Tembang Pocung

tembang pocung – Tembang pocung merupakan tidak benar satu berasal dari 11 Tembang Macapat (puisi jawa) yang sangat simpel sekali. Pocung umumnya disebut terhitung dengan Pucung. Tembang Pocung memiliki lebih dari satu tema dan artinya, jikalau tembang pocung tema pendidikan. Selain itu dilengkapi lagi dengan watak tembang pocung yang memicu tembang pocung artinya sangat luhur.

Tembang Pocung

Tembang pocung merupakan tidak benar satu berasal dari 11 Tembang Macapat (puisi jawa) yang sangat simpel sekali. Pocung umumnya disebut terhitung dengan Pucung. Tembang Pocung memiliki lebih dari satu tema dan artinya, jikalau tembang pocung tema pendidikan. Selain itu dilengkapi lagi dengan watak tembang pocung yang memicu tembang pocung artinya sangat luhur.

Tembang Macapat secara etimologi sanggup diartikan dengan Maca Papat-Papat (Jawa) atau didalam Bahasa Indonesia sanggup diartikan dengan membaca empat-empat. Tembang macapat disajikan didalam lebih dari satu tipe tembang, di mana tiap-tiap tembang selanjutnya dibedakan dengan aturan-aturan yang membentuk guru lagu dan guru wilangan.

Tembang Macapat Pocung

Pocung atau pucung merupakan tembang macapat yang umumnya digunakan untuk mengingat terhadap kematian, gara-gara dekat dengan kata “Pocong” yang mana dapat dibungkus kain kafan atau dipocong sebelum dikebumikan. Tembang pucung terhitung memiliki makna woh-wohan atau didalam bhs Indonesia artinya buah-buahan yang berikan kesegaran.

Watak Tembang Pocung

Watak merupakan pembawaan lirik-lirik yang menyertai setiap tembang macapat, kadang sanggup sedih, sanggup gembira, puas dan sebagainya.

Ucapan cung didalam kata pocung condong mengarah terhadap hal-hal yang berbentuk lucu, yang sanggup mengundang kesegaran, umpama kucung dan kacung. Tembang pucung ini kerap digunakan untuk menceritakan lelucon dan beragam nasehat.

 

Sehingga tembang pucung ini memiliki watak jenaka, berisi tebak-tebakan, dan hal-hal yang lucu lainnya didalam suasana santai.

Aturan Tembang Pocung

Dalam memicu tembang pocung atau pucung tidak boleh asal buat, gara-gara tembang pocung memiliki aturan.

1.Guru Gatra : Jumlah larik/baris (gatra) setiap satu bait (padha)

Guru gatra      = 4

Artinya tembang pucung memiliki 4 larik kalimat.

Jumlah baris/larik terhadap tiap tembang macapat tidak sama.

2. Guru Lagu : Huruf vokal terakhir “a,i,u,e, atau o” terhadap setiap akhir larik.

Guru Lagu       = u, a, i, a

Akhir suku kata berasal dari setiap kata-kata atau larik mesti bervokal u, a, i, a.

3. Guru Wilangan: Jumlah suku kata terhadap setiap baris.

Guru Wilangan: 12, 6, 8, 12

Artinya tiap  kata-kata atau larik mesti memiliki kuantitas suku kata seperti di atas.

Jadi, larik pertama berjumlah 12 suku kata, larik ke dua berjumlah 6 suku kata, larik ketiga berjumlah 8 suku kata dan larik keempat terdapat 12 suku kata.

Contoh Tembang Macapat Pocung
Tembang Pucung Tema Nasehat

Contoh Tembang Pucung 1

Ngelmu iku, kalakone kanthi laku….

Lekase lawan kas,,,

Tegese kas nyantosani….

Setya budya pangekese dur angkara…

Ilmu itu cuma diperoleh dengan  studi sungguh-sungguh,

Dimulai dengan kemauan, kedisiplinan dan keuletan,,,

Pantang menyerah dan sanggup menangani tantangan hidup,,

Serta menghindar nafsu angkara murka,,

Contoh Tembang Pucung 2

Angkara gung neng angga anggung gumulung…

Gegolonganira…

Triloka lekeri kongsi,,

Yen den umbar ambabar dadi rubeda…

Nafsu angkara yang besar di didalam tubuh kuat menggelora.

Menyatu di didalam diri sendiri.

Menjangkau sampai tiga jaman.

Jika dibiarkan dapat berkembang jadi bahaya besar.

Contoh Tembang Pucung 3

Beda lamun kang wus sengsem reh ngasamun,,,

Semune ngaksama,,

Sasamane bangsa sisip,,,

Sarwa sareh saking mardi martatama…

Tetapi berbeda dengan orang yang udah menjiwai,,

Berperilaku dan watak puas memaafkan,,

Antar sesama manusia yang penuh salah,,

Selalu sabar dan mengupayakan menyejukkan suasana.

Contoh Tembang Pucung 4

Bathara gung inguger graning jajantung..

Jenek Hyang wisesa…

Sana pasenedan suci…

Nora kaya si mudha mudhar angkara…

Tuhan Yang Maha Agung, diresapi didalam setiap hela nafas…

Hidup menyatu dengan Yang Maha Kuasa..

Teguh mensucikan diri…

Tidak seperti yang muda, yang tetap mengumbar nafsu angkara

Contoh Tembang Pucung 5

Taman limut durmageng tyas kang weh limput,,,

Karem ing karamat,,,

Karana karoban ing sih,,

Sihing sukma ngerda saardi pangira….

Dalam kabut yang sanga gelap, angkara di hati yang tetap menghalangi,,

Hanyut didalam kesakralan,,,

Karena tenggelam didalam kasih sayang,,,

Kasih sayang sejati tumbung berkembang sebesar gunung

Contoh Tembang Pucung 6

Yeku patut tinulat tulat tinurut..

Sapituduhira,,

Aja kaya era mangkin ,,,

Keh pra mudha mundhi diri rapal makna,,

Yaitulah yang pantas untuk diteladani, umpama yang patut diikuti,,

Seperti semua nasehatku..

Janganlah seperti zaman yang dapat datang nanti..

Akan banyak anak muda yang membanggakan diri dengan hafalan surat

Contoh Tembang Pucung 7

Durung punjul ing kawruh kaselak jujul…

Kaseselan hawa…

Cupet kapepetan pamrih…

Tangeh nedya anggambuh mring Hyang Wisesa…

Belum cakap pengetahuan tinggi, udah buru-buru inginkan dianggap pintar.

Terselip udara nafsu yang tetap merasa kurang.

Yang tertutup oleh pamrih.

Maka mustahil untuk manunggal terhadap Yang Maha Kuasa

Contoh Tembang Pucung 8

Durung becus kesusu kaselah besus,,,

Amaknani rapal,,,

Kaya sayid weton mesir,,

Pendhak pendhak angendhak Gunaning jalma,,,

Bulum mumpuni tapi terburu-buru berceramah,,,

Mengartikan hafalan,,,

Seperti sayid berasal dari Mesir,,,

Setiap selagi remehkan kapabilitas orang lain,,,

Contoh Tembang Pucung 9

Nora uwus kareme anguwus uwus…

Uwose tan ana…

Mung janjine muring muring…

Kaya buta buteng betah anganiaya…

Tidak henti-hentinya gemar mencaci maki sesama.

Tanpa tersedia isikan dan tujuan.

Pekerjaannya cuma marah-marah

Seperti seperti raksasa yang bodoh, pemarah dan puas menganiaya sesama.

Contoh Tembang Pucung 10

Sakeh luput Ing angga tansah linimput…

Linimpet ing sabda…

Narka tan ana udani…

Lumuh ala ardane ginawa gada…

Semua kekeliruan yang ditunaikan didalam diri tetap ditutupi…

Dibalut dengan sebuah kata-kata yang indah…

Namun dia mengira tak tersedia yang mengetahuinya…

Berucap tidak berbuat jahat, tapi tabiat buruknya membawa kehancuran

Contoh Tembang Pucung 11

Urip iku madep mantep lan mituhu,,

Jo padha sembrono,,

Nyembaho marang Gusti,,

Manungso mung ngunduhi wohing tumindak,,,

Hidup itu mesti dihadapi, yakin dan lurus,,

Jangan asal sembarang,,,

Sembahlah Tuhan Maha Kuasa,,

Manusia cuma memetik semua perbuatannya…

Contoh Tembang Pucung 12

Shalat iku kewajiban ingkang laku…

Lekase kat fajar…

Ibadah kang pancen wajib…

Shalat iku cagakke saka agama…

Shalat merupakan sebuah kewajiban yang ditunaikan dengan sungguh-sungguh.

Dimulai berasal dari selagi terbit matahari.

Ibadah merupakan sebuah kewajiban.

Karena sholat itu adalah tiangnya agama.

Tembang Pucung Tema Pendidikan

Contoh Tembang Pocung 13

Sapa iku, ora seneng ngudi ilmu

Uripe rekasa

Senenge kepati-pati

Ora sugih ananging ora rumangsa

Siapa di dunia ini yang tidak puas melacak ilmu,,

Hidupnya dapat kesusahan,,.

Kegembiraan tidak dapat lama.

Tidak berhasil serta tidak bahagia.

Contoh Tembang Pocung 14

Nora weruh rosing rasa kang rinuruh…

Lumeketing angga…

Anggere padha marsudi…

Kana kene kaanane nora beda…

Tidak mendalami hakikat pengetahuan yang udah dicari.

Padahal pengetahuan sejati udah berada di didalam jati diri.

Asal tetap senang berusaha.

Di sana maupun di sini ilmunya tidak berbeda.

Contoh Tembang Pocung 15

Uger lugu den ta mrih pralebdeng kalbu…

Yen Kabul kabuki..

Ing drajat kajating urip..

Kaya kang wus winahya sekar srinata..

Asal tidak banyak bertingkah untuk mengumbar nafsu,

Supaya pengetahuan sanggup merasuk ke didalam sanubari.

Bila berhasil, terbukalah derajat kemuliaan hidup yang sejati.

Seperti yang udah tersirat didalam tembang sinom (di atas).

Contoh Tembang Pocung 16

Basa ngelmu mupakate lan panemune…

Pasahe lan tapa…

Yen satriya tanah Jawi…

Kuna-kuna kang ginilut tripakara…

Yang namanya ilmu, hakikatnya sanggup terjadi jikalau sesuai dengan langkah pandang kita.

Dapat digapai dengan bisnis yang gigih dan tekun.

Bagi satria berasal dari tanah Jawa.

Dahulu yang jadi pegangan leluhur adalah tiga perkara,,,

Contoh Tembang Pocung 17

Lila lamun kelangan nora gegetun…

Trima yen ketaman…

Sakserik sameng dumadi…

Tri legawa nalangsa srah ing Bathara…

Pertama yakni ikhlas jikalau mesti kehilangan dan tanpa menyesali,,,

Kedua, adalah sabar,,

jika hatinya disakiti oleh sesama.

Ketiga, merasa lapang dada sambil berserah diri terhadap Tuhan.

Contoh Tembang Pocung 18

Ana paweling saka Bapak lan Biyung,,,

Aja seneng lunga,,,,

Jomoneh lungane wengi,,,

Yen dilanggar cah ayu sanggup bebaya,,,

Ada nasehat berasal dari Bapak dan Ibu,,,

Jangan puas main keluar,,,

Apalagi terkecuali keluarnya malam hari,,,

Jika dilanggar bagi anak perempuan sanggup berbahaya,,.

Contoh Tembang Pocung 19

Dadi bocah mesti sregep lan sinau…

Ben ora rekasa…

Sinaune ditenani..

Yen wis berhasil aja lali mring wong tuwa…

Jadilah anak yang rajin dan tekun studi ,,,

Agar hidup tidak kesusahan,,,

Mencari pengetahuan dengan sunguh-sungguh,,,

Jika udah meraih kesuksesan janganlah lupa dapat orang tuamu,,,

Contoh Tembang Pocung 20

Yen sinau aja karo tura turu,,,

Atine seng bungah,,,

Supaya ngelmune becik,,

Lakonono kanggo uripmu kang mulyo,,,.

Ketika studi jangan sambil malas-malasan,,,

Dengan hati yang senang,,,

Agar ilmunya baik,,,

Lakukan sehingga hidupmu nanti mulia,,.

Contoh Tembang Pocung 21

Murid iku mesti bekti lan mituhu,,,

Pituturing dwija,,,

Sebarang reh ngati-ngati,,,

Tata krama empan papan katindakno,,,.

Seorang murid mesti berbakti dan sungguh-sungguh….

Bertutur kata sopan santun,,,

Bertindak dengan hari hati,,

Patuhi ketetapan di mana saja berada,,.

Tembang Pocung Teka Teki

Contoh Tembang Pocung 22

Bapak pucung, dudu watu dudu gunung,,,

Sabamu ing alas,,

Ngon angone sang bupati,,,

Yen lumampah si pocung lambeyan grena,,,.

Batangan atau jawaban berasal dari lirik tembang pocung di atas adalah Gajah.

Contoh Tembang Pocung 23

Bapak pucung, renteng renteng kaya kalung,,,

Dowo kaya ula,,,

Pencokanmu wesi miring,,,,

Sing disobo, Si pucung mung turut kutho,,,.

Batangan atau jawaban berasal dari lirik tembang pocung di atas adalah kereta api.

Tembang Macapat secara etimologi sanggup diartikan dengan Maca Papat-Papat (Jawa) atau didalam Bahasa Indonesia sanggup diartikan dengan membaca empat-empat. Tembang macapat disajikan didalam lebih dari satu tipe tembang, di mana tiap-tiap tembang selanjutnya dibedakan dengan aturan-aturan yang membentuk guru lagu dan guru wilangan.

Tembang Macapat Pocung

Pocung atau pucung merupakan tembang macapat yang umumnya digunakan untuk mengingat terhadap kematian, gara-gara dekat dengan kata “Pocong” yang mana dapat dibungkus kain kafan atau dipocong sebelum dikebumikan. Tembang pucung terhitung memiliki makna woh-wohan atau didalam bhs Indonesia artinya buah-buahan yang berikan kesegaran.

Watak Tembang Pocung

Watak merupakan pembawaan lirik-lirik yang menyertai setiap tembang macapat, kadang sanggup sedih, sanggup gembira, puas dan sebagainya.

Ucapan cung didalam kata pocung condong mengarah terhadap hal-hal yang berbentuk lucu, yang sanggup mengundang kesegaran, umpama kucung dan kacung. Tembang pucung ini kerap digunakan untuk menceritakan lelucon dan beragam nasehat.

 

Sehingga tembang pucung ini memiliki watak jenaka, berisi tebak-tebakan, dan hal-hal yang lucu lainnya didalam suasana santai.

Aturan Tembang Pocung

Dalam memicu tembang pocung atau pucung tidak boleh asal buat, gara-gara tembang pocung memiliki aturan.

1.Guru Gatra : Jumlah larik/baris (gatra) setiap satu bait (padha)

Guru gatra      = 4

Artinya tembang pucung memiliki 4 larik kalimat.

Jumlah baris/larik terhadap tiap tembang macapat tidak sama.

2. Guru Lagu : Huruf vokal terakhir “a,i,u,e, atau o” terhadap setiap akhir larik.

Guru Lagu       = u, a, i, a

Akhir suku kata berasal dari setiap kata-kata atau larik mesti bervokal u, a, i, a.

3. Guru Wilangan: Jumlah suku kata terhadap setiap baris.

Guru Wilangan: 12, 6, 8, 12

Artinya tiap  kata-kata atau larik mesti memiliki kuantitas suku kata seperti di atas.

Jadi, larik pertama berjumlah 12 suku kata, larik ke dua berjumlah 6 suku kata, larik ketiga berjumlah 8 suku kata dan larik keempat terdapat 12 suku kata.

Contoh Tembang Macapat Pocung
Tembang Pucung Tema Nasehat

Contoh Tembang Pucung 1

Ngelmu iku, kalakone kanthi laku….

Lekase lawan kas,,,

Tegese kas nyantosani….

Setya budya pangekese dur angkara…

Ilmu itu cuma diperoleh dengan  studi sungguh-sungguh,

Dimulai dengan kemauan, kedisiplinan dan keuletan,,,

Pantang menyerah dan sanggup menangani tantangan hidup,,

Serta menghindar nafsu angkara murka,,

Contoh Tembang Pucung 2

Angkara gung neng angga anggung gumulung…

Gegolonganira…

Triloka lekeri kongsi,,

Yen den umbar ambabar dadi rubeda…

Nafsu angkara yang besar di didalam tubuh kuat menggelora.

Menyatu di didalam diri sendiri.

Menjangkau sampai tiga jaman.

Jika dibiarkan dapat berkembang jadi bahaya besar.

Contoh Tembang Pucung 3

Beda lamun kang wus sengsem reh ngasamun,,,

Semune ngaksama,,

Sasamane bangsa sisip,,,

Sarwa sareh saking mardi martatama…

Tetapi berbeda dengan orang yang udah menjiwai,,

Berperilaku dan watak puas memaafkan,,

Antar sesama manusia yang penuh salah,,

Selalu sabar dan mengupayakan menyejukkan suasana.

Contoh Tembang Pucung 4

Bathara gung inguger graning jajantung..

Jenek Hyang wisesa…

Sana pasenedan suci…

Nora kaya si mudha mudhar angkara…

Tuhan Yang Maha Agung, diresapi didalam setiap hela nafas…

Hidup menyatu dengan Yang Maha Kuasa..

Teguh mensucikan diri…

Tidak seperti yang muda, yang tetap mengumbar nafsu angkara

Contoh Tembang Pucung 5

Taman limut durmageng tyas kang weh limput,,,

Karem ing karamat,,,

Karana karoban ing sih,,

Sihing sukma ngerda saardi pangira….

Dalam kabut yang sanga gelap, angkara di hati yang tetap menghalangi,,

Hanyut didalam kesakralan,,,

Karena tenggelam didalam kasih sayang,,,

Kasih sayang sejati tumbung berkembang sebesar gunung

Contoh Tembang Pucung 6

Yeku patut tinulat tulat tinurut..

Sapituduhira,,

Aja kaya era mangkin ,,,

Keh pra mudha mundhi diri rapal makna,,

Yaitulah yang pantas untuk diteladani, umpama yang patut diikuti,,

Seperti semua nasehatku..

Janganlah seperti zaman yang dapat datang nanti..

Akan banyak anak muda yang membanggakan diri dengan hafalan surat

Contoh Tembang Pucung 7

Durung punjul ing kawruh kaselak jujul…

Kaseselan hawa…

Cupet kapepetan pamrih…

Tangeh nedya anggambuh mring Hyang Wisesa…

Belum cakap pengetahuan tinggi, udah buru-buru inginkan dianggap pintar.

Terselip udara nafsu yang tetap merasa kurang.

Yang tertutup oleh pamrih.

Maka mustahil untuk manunggal terhadap Yang Maha Kuasa

Contoh Tembang Pucung 8

Durung becus kesusu kaselah besus,,,

Amaknani rapal,,,

Kaya sayid weton mesir,,

Pendhak pendhak angendhak Gunaning jalma,,,

Bulum mumpuni tapi terburu-buru berceramah,,,

Mengartikan hafalan,,,

Seperti sayid berasal dari Mesir,,,

Setiap selagi remehkan kapabilitas orang lain,,,

Contoh Tembang Pucung 9

Nora uwus kareme anguwus uwus…

Uwose tan ana…

Mung janjine muring muring…

Kaya buta buteng betah anganiaya…

Tidak henti-hentinya gemar mencaci maki sesama.

Tanpa tersedia isikan dan tujuan.

Pekerjaannya cuma marah-marah

Seperti seperti raksasa yang bodoh, pemarah dan puas menganiaya sesama.

Contoh Tembang Pucung 10

Sakeh luput Ing angga tansah linimput…

Linimpet ing sabda…

Narka tan ana udani…

Lumuh ala ardane ginawa gada…

Semua kekeliruan yang ditunaikan didalam diri tetap ditutupi…

Dibalut dengan sebuah kata-kata yang indah…

Namun dia mengira tak tersedia yang mengetahuinya…

Berucap tidak berbuat jahat, tapi tabiat buruknya membawa kehancuran

Contoh Tembang Pucung 11

Urip iku madep mantep lan mituhu,,

Jo padha sembrono,,

Nyembaho marang Gusti,,

Manungso mung ngunduhi wohing tumindak,,,

Hidup itu mesti dihadapi, yakin dan lurus,,

Jangan asal sembarang,,,

Sembahlah Tuhan Maha Kuasa,,

Manusia cuma memetik semua perbuatannya…

Contoh Tembang Pucung 12

Shalat iku kewajiban ingkang laku…

Lekase kat fajar…

Ibadah kang pancen wajib…

Shalat iku cagakke saka agama…

Shalat merupakan sebuah kewajiban yang ditunaikan dengan sungguh-sungguh.

Dimulai berasal dari selagi terbit matahari.

Ibadah merupakan sebuah kewajiban.

Karena sholat itu adalah tiangnya agama.

Tembang Pucung Tema Pendidikan

Contoh Tembang Pocung 13

Sapa iku, ora seneng ngudi ilmu

Uripe rekasa

Senenge kepati-pati

Ora sugih ananging ora rumangsa

Siapa di dunia ini yang tidak puas melacak ilmu,,

Hidupnya dapat kesusahan,,.

Kegembiraan tidak dapat lama.

Tidak berhasil serta tidak bahagia.

Contoh Tembang Pocung 14

Nora weruh rosing rasa kang rinuruh…

Lumeketing angga…

Anggere padha marsudi…

Kana kene kaanane nora beda…

Tidak mendalami hakikat pengetahuan yang udah dicari.

Padahal pengetahuan sejati udah berada di didalam jati diri.

Asal tetap senang berusaha.

Di sana maupun di sini ilmunya tidak berbeda.

Contoh Tembang Pocung 15

Uger lugu den ta mrih pralebdeng kalbu…

Yen Kabul kabuki..

Ing drajat kajating urip..

Kaya kang wus winahya sekar srinata..

Asal tidak banyak bertingkah untuk mengumbar nafsu,

Supaya pengetahuan sanggup merasuk ke didalam sanubari.

Bila berhasil, terbukalah derajat kemuliaan hidup yang sejati.

Seperti yang udah tersirat didalam tembang sinom (di atas).

Contoh Tembang Pocung 16

Basa ngelmu mupakate lan panemune…

Pasahe lan tapa…

Yen satriya tanah Jawi…

Kuna-kuna kang ginilut tripakara…

Yang namanya ilmu, hakikatnya sanggup terjadi jikalau sesuai dengan langkah pandang kita.

Dapat digapai dengan bisnis yang gigih dan tekun.

Bagi satria berasal dari tanah Jawa.

Dahulu yang jadi pegangan leluhur adalah tiga perkara,,,

Contoh Tembang Pocung 17

Lila lamun kelangan nora gegetun…

Trima yen ketaman…

Sakserik sameng dumadi…

Tri legawa nalangsa srah ing Bathara…

Pertama yakni ikhlas jikalau mesti kehilangan dan tanpa menyesali,,,

Kedua, adalah sabar,,

jika hatinya disakiti oleh sesama.

Ketiga, merasa lapang dada sambil berserah diri terhadap Tuhan.

Contoh Tembang Pocung 18

Ana paweling saka Bapak lan Biyung,,,

Aja seneng lunga,,,,

Jomoneh lungane wengi,,,

Yen dilanggar cah ayu sanggup bebaya,,,

Ada nasehat berasal dari Bapak dan Ibu,,,

Jangan puas main keluar,,,

Apalagi terkecuali keluarnya malam hari,,,

Jika dilanggar bagi anak perempuan sanggup berbahaya,,.

Contoh Tembang Pocung 19

Dadi bocah mesti sregep lan sinau…

Ben ora rekasa…

Sinaune ditenani..

Yen wis berhasil aja lali mring wong tuwa…

Jadilah anak yang rajin dan tekun studi ,,,

Agar hidup tidak kesusahan,,,

Mencari pengetahuan dengan sunguh-sungguh,,,

Jika udah meraih kesuksesan janganlah lupa dapat orang tuamu,,,

Contoh Tembang Pocung 20

Yen sinau aja karo tura turu,,,

Atine seng bungah,,,

Supaya ngelmune becik,,

Lakonono kanggo uripmu kang mulyo,,,.

Ketika studi jangan sambil malas-malasan,,,

Dengan hati yang senang,,,

Agar ilmunya baik,,,

Lakukan sehingga hidupmu nanti mulia,,.

Contoh Tembang Pocung 21

Murid iku mesti bekti lan mituhu,,,

Pituturing dwija,,,

Sebarang reh ngati-ngati,,,

Tata krama empan papan katindakno,,,.

Seorang murid mesti berbakti dan sungguh-sungguh….

Bertutur kata sopan santun,,,

Bertindak dengan hari hati,,

Patuhi ketetapan di mana saja berada,,.

Tembang Pocung Teka Teki

Contoh Tembang Pocung 22

Bapak pucung, dudu watu dudu gunung,,,

Sabamu ing alas,,

Ngon angone sang bupati,,,

Yen lumampah si pocung lambeyan grena,,,.

Batangan atau jawaban berasal dari lirik tembang pocung di atas adalah Gajah.

Contoh Tembang Pocung 23

Bapak pucung, renteng renteng kaya kalung,,,

Dowo kaya ula,,,

Pencokanmu wesi miring,,,,

Sing disobo, Si pucung mung turut kutho,,,.

Batangan atau jawaban berasal dari lirik tembang pocung di atas adalah kereta api.