Tembang Gambuh

tembang gambuh – Mempelajari dan mendalami Gambuh sebagai tidak benar satu kekayaan budaya telah mestinya dikerjakan oleh semua orang, utamanya generasi muda. Hal ini dikarenakan tak sekedar indah tembang Gambuh juga punya kandungan nilai nilai kehidupan yang luhur.

Nilai nilai ini dimasukkan di dalam tiap tiap lirik di dalam bait bait lagunya.

Deskripsi Tembang Gambuh

Gambuh merupakan tembang ke-6 berasal dari semua urutan tembang macapat yang berjumlah 11.

Gambuh berasal berasal dari kata ‘jumbuh’ yang di dalam Bahasa Jawa artinya sesuai, tepat, cocok, kesepahaman dan kebijaksanaan.

Jika diurutkan Gambuh ini merupakan tahapan dimana manusia telah memastikan untuk menikah sesudah bertemu bersama dengan orang yang dirasa sesuai dan telah mendapat restu berasal dari orang tua ke dua belah calon pengantin.

Namun sebenarnya, secara umum Gambuh tidak cuma menyoroti pertalian menjelang pernikahan. Gambuh pada praktiknya juga mengupas tentang pertalian pergaulan manusia bersama dengan manusia lain agar terlihat serasi, sepaham agar tercipta pertalian yang terus-menerus dan saling menguntungkan.

Bisa dikatakan tembang macapat Gambuh ini secara international mengupas tentang pergaulan, entah itu pergaulan bersama dengan pasangan, teman, tetangga atau kawan bisnis agar terlihat selaras dan harmonis.

Tembang Gambuh hadir bersama dengan syair syair indah yang sarat bakal nasehat tentang budi pekerti baik. Beberapa nasehat selanjutnya berisi tentang pentingnya membangun persaudaraan, toleransi dan kebersamaan. Nilai nilai layaknya ini benar-benar dibutuhkan oleh penduduk moderen yang krisis budi layaknya kala ini.

Jadi, meskipun Tembang macapat gambuh telah berusia benar-benar tua, nilai nilainya bakal senantiasa relevan sampai akhir zaman.

Sampai di sini anda mendapat satu alasan mengapa wajib mempelajari dan mendalami tembang Gambuh

 

Asal Usul Tembang Gambuh

Tembang Gambuh berasal dan populer di Pulau Dewata, Bali.

Di sana arti Gambuh artinya tarian dramatari yang paling tinggi tingkatannya dan merupakan sumber segala type tarian Bali klasik.

Dalam sebuah literatur juga disebutkan bahwa Gambuh telah lahir pada abad ke-15 di dalam wujud teater panggung berjudul Panji. Tembang ini dibawakan seorang aktor yang lantas diiringi musik Gamelan.

 

Karakter dan Watak Tembang Macapat Gambuh

Tembang Gambuh juga dalam tembang tengahan bersama tembang lain layaknya Jurudhemung, Wirangrong, Balabak, dan Megatruh.

Watak tembang macapat diartikan sebagai pembawaan pembawaan lirik yang membangun tembang macapat. Watak sebuah tembang mampu berbeda-beda, mampu sedih, gembira, kaku, amarah dst.

Selanjutnya, tembang Gambuh secara tertentu punya kandungan watak khas yaitu tentang kekeluargaan dan kebersamaan. Tembang Gambuh juga diketahui berkarakter wajar, tidak ragu-ragu dan jelas.

Keseluruhan isikan lirik lirik tembang gambuh adalah untuk memberikan cerita dan pesan kehidupan agar tercipta rasa kekeluargaan, toleransi dan persaudaraan.

 

Paugeran (Aturan) Tembang Gambuh

Paugeran artinya ketentuan ketentuan yang mengikat sebuah tembang agar senantiasa sesuai bersama dengan senantiasa serupa meskipun telah dibikin banyak versi lirik.

Paugeran tembang macapat sebenarnya ada 5, tetapi di sini kami cuma kan mengupas tiga paugeran tembang gambuh. Paugeran ini meliputi tiga macam guru yaitu, guru gatra, guru lagu dan guru wilangan.

Paugeran Guru Gatra Tembang Gambuh

Tembang Gambuh terdiri atas 5 guru gatra atau baris. Artinya di tiap tiap bait tembang gambuh haruslah terdiri atas lima baris syair yang saling berhubungan.

Paugeran Guru Lagu Tembang Gambuh

Tembang lagu punya guru lagu u, u, i, u, o. Hal ini artinya tiap tiap akhir lirik di dalam tiap tiap gatra (baris) di dalam tembang ini di akhiri vokal vokal tersebut.

Paugeran Guru Wilangan Tembang Gambuh

Selain guru gatra dan guru lagu, tembang macapat gambuh juga punya guru wilangan 7, 10, 12, 8, 8 ini artinya di tiap tiap gatra atau baris di dalam bait tembang Gambuh punya kuantitas suku kata sebanyak itu.

Jadi, baris pertama bakal terdiri atas lirik yang suku katanya berjumlah 7, baris ke dua 10, baris ketiga 12 dst.

 

Fungsi Tembang Macapat Gambuh

Tembang Gambuh layaknya telah dijelaskan di atas punya kandungan nilai nilai sosial kemasyarakatan, agar tembang macapat Gambuh pada dasarnya dimaksudkan untuk penduduk secara umum baik pria wanita tua dan muda.

Tembang Gambuh ini kelanjutannya mampu digunakan atau dipentaskan di dalam acara yang dihadiri khalayak umum layaknya kala pentas pewayangan, karawitan, pameran budaya dst.

 

Contoh Tembang Macapat Sinom Beserta Artinya

Setelah jelas paugeran beserta pengetahuan basic tentang tembang macapat Gambuh, mari kami simak umpama tembang Gambuh beserta arti atau terjemahannya di dalam Bahasa Indonesia selanjutnya ini.

Contoh Tembang Macapat Sinom Tentang Kebiasaan

Sekar gambuh ping catur
Kang cinatur polah kang kalantur
Tanpa tutur katula-tula katali
Kadaluwarsa kapatu
Kapatuh pan dadi awon

Artinya:

Ini merupakan tembang gambuh yang keempat.
Yang mengupas tentang tabiat yang melalui batas.
Apalagi terkecuali tidak ada nasehat bakal jadi tak terkendali.
Akhirnya terlanjur jadi sebuah kebiasaan.
Kebiasaan yang mampu membawa dampak keburukan.

Contoh Tembang Macapat Sinom Tentang Kejujuran

Aja nganti kabanjur
Barang polah ingkang nora jujur
Yen kebanjur sayekti kojur tan becik
Becik ngupayaa iku
Pitutur ingkang sayektos.

Artinya:

Jangan sampai terlanjur terbiasa.
Terbiasa berperilaku yang tidak jujur.
Karena terkecuali telah terlanjur maka bakal celaka dan tidak baik.
Lebih baik tetap berusaha
Mengikuti ajaran yang benar dan sejati.

Contoh Tembang Macapat Sinom Tentang Nasehat Baik

Tutur bener puniku
Sayektine apantes tiniru
Nadyan metu saking wong sudra papeki
Lamun becik nggone muruk
Iku pantes siro anggo.

Artinya:

Ucapan yang benar sejatinya adalah
Yang pantas untuk ditiru
Meskipun berasal berasal dari orang yang punya derajat lebih rendah berasal dari kita.
Namun terkecuali pengajarannya baik
Maka itu pantas untuk senantiasa engkau tiru

Contoh Tembang Macapat Sinom Tentang Adigung Adigang Adiguna

Ana pocananipun
Adiguna adigang adigung
Pan adigang kidang adigung pan esthi
Adiguna ula iku
Telu pisan mati sampyoh

Artinya:

Ada sebuah perumpamaan
yang berbunyi ‘adiguna, adigang, dan adigung’
Seperti Adigang-nya seekor kijang dan adigung-nya seekor gajah
Dan adiguna-nya seekor ular
Ketiganya telah mati bersama dengan bersama dengan sia-sia

Contoh Tembang Macapat Sinom Tentang Hal-Hal yang Menyebabkan Kesombongan

Si kidang ambegipun,
Angandelaken kebat lumpatipun,
Pan si gajah angandelaken gung ainggil,
Ula ngandelaken iku,
Mandine kalamun nyakot.

Artinya:

Si kijang membawa watak jelek yaitu
Membanggakan kecepatan di dalam melompat dan berlari
Si gajah menyombongkan tubuhnya yang tinggi dan besar
Sedangkan ular membanggakan racunnya
Yang manjur kala menggigit

Contoh Tembang Macapat Sinom Tentang Sombong Pangkat

Iku umpamanipun,
Aja ngandelaken sira iku,
Suteng nata iya sapa kumawani,
Iku ambeke wong digang,
Ing wasana dadi asor,

Artinya:

Itu adalah sebuah perumpamaan,
Jangan pernah menyombongkan diri,
Seorang raja siapa yang telah berani,
Itu adalah tabiat yang adigang,
Yang pada kelanjutannya mampu merendahkan diri sendiri.

Contoh Tembang Macapat Sinom Tentang Sombong Kecerdasan

Adiguna puniku,
Ngandelaken kapinteranipun,
Samubarang kabisan dipundheweki,
Sapa mampu kata ingsun,
Togging prana nora enjoh.

Artinya:

Watak adiguna yaitu,
Sifat membanggakan kepandaiannya,
Seolah-olah semua mampu dikerjakan sendiri,
Ia di dalam hatinya berkata “Siapa yang mampu layaknya saya”,
Ujung-ujungnya tidak mampu apa-apa.

Contoh Tembang Macapat Sinom Tentang Sombong Kekuatan

Ambek adigung iku,
Angungasaken ing kasuranipun,
Para tantang candhala anyenyampahi,
Tinemenan nora pecus,
Satemah dadi geguyon.

Artinya:

Watak seorang adigung adalah
Menyombongkan keperkasaan dan keberaniannya
Semua ditantang untuk berkelahi dan direndahkan.
Namun terkecuali benar-benar dihadapi, ia tidak berdaya.
Akhirnya cuma jadi bahan tertawaan

Contoh Tembang Macapat Sinom Tentang Intropeksi Diri

Ing wong urip puniku
Aja nganggo ambek kang tetelu
Anganggowa rereh ririh ngati-ati
Den kawangwang barang laku
Kang waskitha solahing wong

Artinya:

Dalam sebuah kehidupan manusia
Janganlah sampai punya ketiga watak tadi
Milikilah pembawaan yang sabar, bijaksana dan berhati-hati.
Selalu intropeksi diri pada tingkah laku
Pandailah membaca tabiat orang lain.

Contoh Tembang Macapat Sinom Tentang Pentingnya Nasehat

Rasaning tyas kayungyung
Angayomi lukitaning kalbu
Gambir wana kalawan hening ing ati
Kabekta wajib pinutur
Sumingkiringreh tyas mirong

Artinya:

Keinginan yang berasal berasal dari rasa hati,
Memberikan pertolongan dan mengimbuhkan rasa nyaman di hati.
Juga bakal melahirkan perasaan yang hening.
Karena wajib mengimbuhkan nasehat,
Agar mampu menyingkapkan hal-hal yang salah

Contoh Tembang Macapat Sinom Tentang Pengendalian Hawa Nafsu

Den samya amaituhu
Ing sajroning masa kala bendhu
Yogya sampeyan yuda hardaning ati
Kang anuntun mring pakewuh
Uwohing panggawe awon

Artinya:

Diharap semua orang mengikuti
Di di dalam zaman dahulu kala
Sebaiknya anda mengendalikan udara nafsu pribadi
Yang mampu menuntun pada hal yang tercela
Hasil berasal dari sebuah perbuatan yang buruk

Contoh Tembang Macapat Sinom Tentang Kebersamaan

Ngajapa tyas rahayu
Ngayomana sasameng tumuwuh
Wahanane ngendhakke angkara klindhih
Ngendhangken pakarti dudu
Dinulu luwar tibengdoh

Artinya:

Berusahalah agar hati senantiasa selamat.
Selalu saling menjaga satu serupa lain.
Perilaku yang demikian bakal menyingkirkan angkara murka.
Serta menghindarkan diri berasal dari perbuatan tercela.
Ditelan dan dibuang jauh-jauh.

Contoh Tembang Macapat Sinom Tentang Kedzoliman

Beda kang ngaji pumpung,
Nir berhati-hati rubedane tutut,
Kakanthilan manggon anggung atur wuri,
Tyas riwut ruwet dahuru,
Korup sinerung angoroh.
(Rangga Warsita, Sabda Tama)

Artinya:
Berbeda bersama dengan yang ngaji mumpung,
Hilang kewaspadaan dan banyak gangguan,
Dengan menjumpai kerepotan mengikuti hidupnya,
Hati senantiasa ruwet terus,
Mengambil yang bukan haknya senantiasa berdusta.

Contoh Tembang Macapat Sinom Tentang Janji Palsu

Ilang budayanipun,
Tanpa bayu weyane ngalumpuk,
Sakciptane wardaya ambebayani,
Ubayane nora payu,
Kari ketaman pakewuh.
(Rangga Warsita, Sabda Tama)

Artinya:
Hilang sopan santunnya,
Tidak punya kemampuan dan lemah,
Apa yang dikerjakan senantiasa hal-hal yang berbahaya,
Sumpah dan janji cuma di mulut,
Akhirnya cuma bakal menemui sesuatu yang tidak mengenakan hati

 

Arti / Makna Tembang Gambuh

Nah, sesi terakhir adalah ulasan tentang arti di dalam tembang-tembang Gambuh.

Seperti di dalam kami lihat di dalam umpama umpama tembang diatas, bahwasanya ada banyak sekali pelajaran hidup yang mampu diambil dan dipraktekkan berasal dari tembang macapat satu ini.

Berikut ini poin poin arti di dalam tembang Gambuh:

Nasehat untuk senantiasa jujur dan mengikuti ajaran yang benar.
Kebiasaan yang jelek benar-benar sukar dihilangkan, jadi biasakan berperilaku baik.
Jangan lihat siapa yang memberi nasehat, tetapi mencermati isikan nasehatnya.
Hindari pembawaan adigang, adigung adiguna.
Milikilah pembawaan yang sabar, bijaksana, hati-hati dan introspeksi diri.
Pandailah juga di dalam membaca tabiat orang lain agar kami mampu menempatkan diri.
Berilah rasa nyaman pada pasangan.
Kendalikan udara nafsu.
Hindari marah yang meletup-letup.
Tepatilah terkecuali berjanji kepada orang lain maupun kepada diri sendiri.

Sangat indah dan relevan bersama dengan kehidupan kala ini bukan? Jadi tidak ada salahnya belajar berasal dari tembang macapat Gambuh, meskipun itu adalah sastra tradisional dan bisa saja kami tidak cukup familiar.