Puisi Ibu

Puisi ibu sanggup menjadi salah satu ungkapan menerima kasih kami kepadanya. Meskipun menerima kasih saja tidak cukup. Karena hidup dan matinya udah ia pertaruhkan demi kami sanggup datang dan menyaksikan dunia ini. Ibu terhitung udah mengurus kami bersama dengan hati yang tulus. Bahkan terkadang, ia sampai lupa mengurus dirinya sendiri.

hipwee.comMulai berasal dari mengurus beraneka hal dan meyakinkan semua yang ada di rumah di dalam suasana baik-baik saja adalah tanggung jawab seorang ibu. Memang perannya bukanlah seperti seorang ayahh yang membanting tulang dan bekerja keras demi terpenuhinya kebutuhan keluarga. Tanggung jawab yang diemban seorang ibu tidaklah main-main.

Apa pun yang udah dilakukannya, tidak dapat pernah sanggup kami membalasnya bersama dengan apa pun. Kamu perlu tahu, cuma satu yang ia mengidamkan hanyalah menyaksikan anaknya bahagia. Coba deh sesekali bertukar peran dan membuat ibumu tersenyum melalui puisi untuk ibu tercinta yang menyentuh hatinya seperti yang dapat Seruni bagikan di bawah ini.

Puisi Tentang Ibuku

Melalui puisi tersebut ini, bisa saja anda sanggup mengungkapkan ucapan menerima kasih, dan rasa sayangmu kepada ibu. Meskipun, puisi ini tidaklah sepadan bersama dengan apa yang udah ibu melakukan dan korbankan. Sebab, anda perlu tahu, bahwa surga di bawah telapak kaki ibu, oleh karenanya, hormati dan sayangilah ibu kalian selaga ia tetap ada di dunia ini.

1. Tangisan Air Mata Bunda

Dalam senyummu kau sembunyikan lelahmu
Dertia siang dan malam menimpamu
Tak sedetik pun mengehentikan caramu
Untuk sanggup berikan harapan bagiku

Seonggok cacian selalu menghampirimu
Secercahan hinaan tak pikirkan bagimu
Selalu kau teruskan cara untuk era depanku
Mencari harapan baru lagi bagi anakmu

Bukan setumpuk emas yang kau mengidamkan di dalam kesuksesanku
Bukan gulungan duit yang kau minta di di dalam kesuksesanku
Bukan pula sebatang perunggu di di dalam kemenanganku
Tapi, permintaan hatimu membahagiakan aku

Dan yang selalu kau berbicara terhadapku
Aku menyayangimu pas ini dan tepat aku tak lagi bersama dengan denganmu
Aku menyayangimu anakku bersama dengan bersama dengan ketulusan hatiku.

Oleh: Monika Sebetina

2. Ibu

Beredar bintang di garisnya
Bulan bercahaya pada lintasnya
Waktu bergulir di dalam takdirnya

Aku…
Terlahir berasal dari manusia hebar
Menyayangi tanpa batas
Mendampingi di semua kisahku

Kau…
Perempuan terbaik di dalam kerajaanku
Motivasi terbaik di setiap lika-liku hidupku

Ibu…
Aku mencintaimu
Terima kasih untuk semua pas dan lelahmu

Ibu…
Aku mencintaimu

Oleh: Yulis Marika

3. Bunda Tercinta

Bunda…
Engkau pecahkan kekhawatiran yang selalu membuatku jatuh
Engkau bagai penopang raga yang terasa runtuh
Engkau berikan semua yang kami butuhkan
Tapi kami, saat itu juga kami perlu pun kami belum menyadari

Bunda…
Kau membuang waktumu tanpa penat untuk kamu
Kau membuat kasih sayangmu menjadi normalitas yang sering kami lupakan
Engkau berikan tanpa kami minta
Engkau gugurkan siraman kasih yang tak ada tandingnya

Bunda…
Andai perasaan ini sepeka hatimu, setegas kasihmu
Semampu dan selalu ada untuk kami anakmu
Kan kurubah segala yang menjadi kesalmu
Kan kucoba merangkuh rasa yang sering kau berikan kepadaku

Di atas langit yang tak terbatas
Kau topangkan kasihmu tanpa terasa lelah
Terima kasih, Bunda…
Terima kasih udah menjagaku sampai pas ini
Memberikanku cinta tanpa putus asa
Dengan cintamu, aku merasakan kemampuan yang sungguh luar biasa

Oleh: Anonim

4. Syair untuk Bunda

Sepetik syair kunyanyikan
Padamu yang penuh kasih
Dengan suara penuh syukur
Atas tetesan kasihmu padaku

Kau hapus sedihku
Beriku tiap mimpi yang indah
Dengan doa, kau ajariku berbudi

Namun, apa energi kuberi bagimu
Bahkan, seribu bintang tak sanggup balas cintamu
Yang kuberi hanyalah tangan dan kecewa bagimu

Dengarkanlah syair ini
Hingga kudapat ampunan darimu
Hingga kudapat katakan
Kumencintaimu, Bunda…

Oleh: Rina

5. Dari Kartini untuk Ibuku

Raga Kartini udah lama pergi ke pangkuan Ibu Pertiwi
Namun, jiwa juang ambisi Kartini tak artinya gugur bersama dengan jasad
Melainkan bersemayam pada sosok diri
Seorang ibu bukan berasal dari darah biru ia disusui
Membawa pesan dan amanah berasal dari Kartini

Padaku ia berjanji
Untuk mengehantarkan pada gemilang prestasi
Ia terhitung menjadi benteng bagi diri ini
Di sedang krisis ethical globalisasi
Tentu dikata ia sepadan Kartini

Baginya, Kartini ialah sang inspirasi
Yang menjembatani menjadi seorang insan berdikari
Bukan imbal jasa yang ia cari
Hanya kesuksesan bagi sang generasi
Juga ridha berasal dari Sang Illahi

Oleh: Wahyu Eka Nurisdiyanto

6. Jauh Lebih Bermakna

Telah berjuta kata coba kurangkai
Ketika inginnya hati menggambarkan
Lautan tinta udah kuhabiskan
Ketika tangan kotorku inign tuliskan

Sektika, tubuhku mematung tepat yang seakan berhenti
Jiwa yang bergejolak mencampur adukan rasa
Aku tak bisa, apa yang sukar berasal dari merangkai kata?
Begitu sulitkan menulis?
Tidak! Ternyata bukan itu

Karena berapa dan sindah apa pun, kata yang kurangkai
Sebanyak apa pun tinta yang kuhabiskan
Kasihmu jauh melebihi itu
Semua tentangmu, jiwa yang suci itu

Sebuah penghargaan yang mengidamkan kuberikan
Walau jauh berbanding bersama dengan bersama dengan tulusnya kasihmu itu
Apalah makna sebuah rangkaian kata ini
Kasihmu itu jauh lebih bermakna

Karena engkau, aku tahu hidup ini
Kau itu bagaikan mentari
Kau yang menyinari siangku
Dan beri tambahan sinarmu pada bulan untuk menerangi malamku

Aku menyayangimu, Ibu…

Oleh: Taufiq Ridho

Puisi Ibu Sedih Menyentuh Hati
Puisi merupakan salah satu seni yang sesuai untuk mengungkapkan atau melukiskan perasaan pada seseorang atau pada siapa pun. Maka berasal dari itu, beriku ini Seruni sajikan kumpulan puisi ibu sedih, menyentuh hati, dan membuat para pembacanya meneteskan air mata. Sekaligus sanggup mewakili perasaamu pada ibu tercinta.

7. Mata Air Cinta

Ibu…
Memelukmu adalah kenyamananku
Melukis senyummu adalah keinginanku
Mencintaimu udah tentu kewajibanku

Namun terkadang
Melawanmu menjadi kebiasaanku
Bahkan aku menyiakanmu
Dan melupakanmu sebagai seorang ibu
Tanpa kusadari begitu teririsnya hatimu

Harusnya aku menjadi pelindung
Bukan menjadi anak yang tak tahu untung
Harusnya aku menjadi anak yang penurut
Bukan menjadi anak yang banyak menuntut

Aku tetap amat ingat
Ketika tak ada biaya tuk berangkat
Dari kampung menuju perkotaan yang padat
Waktu itu hujan begitu lebat

Kakimu kau paksa menapak
Hanya bermodal payung rusak
Ibu menjelajah rumah ke rumah bersama dengan terisak

Tak pikirkan petir menyambar
Ibu selalu berjalan bersama dengan sabar
Meski tubuhmu udah ebrgetar
Ibu tetap mengetuk pintuk warga sekitar

Terima kasih Sang Pencipta
Kau beri seorang wanita tangguh
Yang selalu mengusap air mata
Ketika kudilanda derita
Yang mempunyai hari sebening permata
Dan yang menjadi mata air cinta

Oleh: Boby Julianto Siallagon

8. Bocah Nakal

Kutatap wajahmu di keremangan malam
Wajah tuamu yang terasa kusam
Kulihat bersama dengan tahu kerut keningmu
Yang pernah tak pernah tampak

Tanganmu yang kuat
Kian lemas sejalan usia
Langkahmu yang pernah tegap
Kini rapuh dan membungkuk

Maafkan aku, Ibu
Di pas semua orang berpikir aku udah dewasa
Aku tetap menjadi bocah nakal pembuat ulah
Aku tetap menyuguhkanmu cerita duka

Yang kelak dapat menjadi gurauan manja
Kala aku menjadi anakmu yang berguna

Oleh: Angel Heart

9. Pulanglah Ibu

Tubuhmu kaku
Matamu kaku
Mulutmu Membisu
Nafasmu terhenti sudah

Aku tahu
Ibu udah pergi ke alam sana
Yang tak pernah ada di dalam bayanganku
Juga kudengar bisikan

Oh ibu
Tak lama ibu udah terkubur di tanah merah
Hanya sendiri
Dukau ibu tentu tau menjelar sekujur tubuh
Biarlah ibu pulang bersama dengan tenang

Pernah aku ditegur
Katanya untuk kebaikan
Pernah aku dimarahi
Katanya membaiki kelemahan
Pernah aku diminta membantu
Katanya sehingga aku pandai

Ibu
Pernah aku merajuk
Katanya aku manja
Pernah aku melwan
Katanya aku degil
Pernah aku menangis
Katanya aku lemah

Ibu
Setiap kali aku tersilap
Dia hukum aku bersama dengan nasihat
Setiap kali aku kecera
Di bangun di malam sepi lalu bermunajat

Setiap kali aku di dalam kesakitan
Dia obati bersama dengan penawar dan semangat
Dan sekiranya aku meraih kejayaan
Dia kata bersyukurlah pada Tuhan

Namun, tidak pernah aku menyaksikan air mata dukamu
Mengalir di pipimu
Begitu kuatnya dirimu

Ibu
Aku sayang padamu
Tuhanku, aku mohon padaMu
Sejahterakanlah dia, selamanya

Oleh: Anonim

10. Maafkan Aku, Ibu

Akulah sang pengukir mimpi
Yang menghendaki pergi berasal berasal dari sunyi
Yang hanyut oleh gelisah
Dan ditelan rasa bersalah

Ibu, kaulah matahariku
Terang di dalam gelapku
Kau tuntun aku di jalan yang berilku
Yang penuh oleh batu

Ucapanmu bagaikan kamus hidupku
Aku bertedih di dalam naungan doamu
Memohon ampunan darimu
Karena ridho Allah adalah ridhomu

Aku senang memilikimu, Ibu
Karena engkau cahaya hidupku
Kaulah kunci berasal berasal dari kesuksesanku
Ibu, maafkan aku

Oleh: Anonim

11. Rindu Ibu

Wajah lembut penuh kasih sayang
Senantiasa menemani di pas ketakutan
Selalu ada di pas aku menangis kesakita
Taka pernah penat hadapi kenakalan demi kenakalan yang kubuat
Hanya tersenyum saat semua orang memarahiku

Ibu
Aku merindukan saat-saat itu lagi
Aku mengidamkan kau temani aku lagi seperti dulu
Semenjak ibu tiada
Tak ada lagi yang sanggup menolong hidupku
Rasanya tak sanggup aku beridiri

Bu, aku sungguh belum siap hadapi dunia yang kejam ini tanpamu
Bahkan aku tak pernah mencoba hidup tanpamu
Bu, apa ibu marah padaku?
Apa aku udah amat menyusahkanmu?
Apa ibu amat lelah?

Semenjak paling akhir kepergianmu, ibu tak pernah lagi datang
Tak pernah samasekali kendati hanya di dalam mimpi

Ibu
Aku mengidamkan bertemu hanya saat itu juga saja
Belum sempat kuucapkan menerima kasihku
Belum sempat kukatakan aku amat mencintai ibu

Bu, kumohon singgah sebentar saja
Peluk aku dan katakan ibu terhitung amat menyayangiku
Aku sungguh amat merindukamu, Ibu

Oleh: Handrika Suci

12. Puisi Ibu

Di punggungmu kubersandar berasal dari rasa lelahku
Di pelukanmu kuberbaring berasal dari rasa sesalku
Telah jauh jarak yang memisahkan kita
Membentang kerinduan di di dalam hati

Aku merindukanmu, Bunda
Telah kucuba mengumpulkan keindahan dunia
Untuk tukar kehadiranmu
Telah kucoba mencari yang terbaik
Untuk mengisi kerinduakanku

Namun, semua itu ga ada guna
Karena kau taidak sanggup tergantikan juga

Aku merindukanmu, Bunda
Dunia takkan sanggup menggantikanmu
Dunia takkan sanggup mengusikmu
Hanya kau bunda yang selalu di di dalam hatiku
Hanya kau bunda yang selalu ada di di dalam kepalaku

Aku merindukanmu, Bunda
Dunia pun tidak artinya bersama dengan kehadiranmu
Dunia tidak sanggup menolong hati
Dan luasnya kasih sayangmu
Karena kaulah yang memperintah hidupku

Begitu indah setiap detik di dalam pelukanmu
Begitu indah setiap detik di di dalam pangkuanmu

Aku merindukanmu, Bunda
Rasa rinduku padamu takkan sanggup dikalahkan waktu
Rasa sayangku padamu tidak dapat sanggup dikalahkan jarak
Aku dapat menemuimu segela sehabis selesaikan tugas-tugasku

Oleh: V.F

Puisi Ibu Singkat Menyentuh Hati
Berikut ini, adalah kumpulan puisi untuk ibu yang paling singkat. Sebab, kesungguhannya untuk mmebuat hati kami tersentuh itu, tidak perlu melalui teks yang panjang, lumayan bersama dengan pusisi singkat tersebut ini, dijamin anda dapat sedih dan makin sayang mirip ibumu.

13. Kesunyian Ibu

Dahinya adalah jejak sujud yang panjang
Perjalanan pas membekas di pelupuk matanya
Derai air mata di pipinya teleh mengering
Tanpa sisa, tanpa ada yang menduga

Ia pilih jalan sunyi untuk bertanya
Hiruk pikuk untuk tersenyum di beranda deita
Menjerit pas lelap berkuasa beroda bukan untuk dirinnya

14. Ada Engkau Ibu
Ada engkau ibu
Dalam gigil yang mengikis

Ada engkau
Mendekap hangat hati
Dalam tangis meringis
Engkau singgah menghapus perih
Kala sepi merajai

Ada engkau membersamai
Engkau suguhkan cinta
Meski hatimu sengsara
Ada tawa yang selalu mekar di wajahmu

Ada kasih melalui belaianmu
Aku yakin dan aku bahagia
Karena ada engkau, Ibu

Oleh: Anonim

14. Bunda

Bunda…
Dikala kusebut namamu
Tampak olehku wajah manismu
Senyummu menyiratkan kasih sayang
Sinar matamu melambangkan ketulusan

Bunda…
Kau laksana sang surya
Menerangi relung-relung jiwa
Kau bagaikan embun pagi
Menyejukkan kedamaian hati

Oh Bunda…
Jasamu ga ada tara
Manjamu melambangkan cinta
Meski kini kau udah tiada
Bayangmu selalu menyapa
Kasihmu hidup selama masa

Oleh: Anonim

15. Tak Pernah Beristirahat

Di atas area tidurku, kau mengasihiku
Di dapur, kau koki terbaik
Di mana-mana, kau dokter terhebat
Tak pernah beristirahat

Di luar, kau melatihku
Di taman, kau pelindungku
Di sekolah, kau penjagaku
Tak pernah beristirahat

Aku tak pernah menyadari
Semua yang kau lakukan, banyak sekali
Kini izinkan aku, menyebutkan cinta padamu
Cinta yang amat tulus

Terima kasih atas semuanya, Bu
Kerja keringatmu di setiap waktu
Merawat dan menjagaku
Tak pernah lelah

Oleh: Anonim

16. Telah Tiada, Aku Terlambat

Ketika aku kecil,
Aku tetap di pangkuamu
Aku tak tahu pas itu
Apa saja yang kau tuturkan
Apa saja yang kau melakukan padaku

Aku tak tahu pas itu,
Bagaimana pengorbananmu
Kau selalu mengajariku kebenaran
Hingga aku dewasa kini

Dan kini, aku sadar
Tapi sayangnya, kau udah tak ada
Aku merindukanmu, Bu

Oleh: Anonim

Puisi Ibu Tersayang
Ibu adalah sosok yang paling dicinta dan disayangi oleh anaknya. Bagi anda yang inign beri tambahan puisi kepada ibu sebagai salah satu sinyal bahwa kami sayang dan cinta kepadanya. Berikut Seruni berikan contoh puisi ibu tercinta paling menginspirasi

17. Cuma Ibu yang Tahu

Saat ibu baru saja memejamkan mata
Oecahlah tangisan si kecil bersama dengan nyaringnya
Dalam suasana mengantuk
Anak pun perlu di gendong sepenuh cinta

Bagaimana rasanya? Cuma ibu yang tahu
Rasanya, pas lapar melanda, terbayang makanan enak di atas meja
Ketika suapan pertama, anak pup di celana
Bagaimana rasanya? Cuma ibu yang tahu

Saat badan udah penat tak ada tenaga
Ingin langsung mandi menghilangkan penat yang ada
Mumpun anak-anak sedang anteng di kamar
Belum sempat sabunan, anak udah menangis
Berantem rebutan boneka

Kacaulah acara mandi ibu, langsung handukan
Walau daki tetap melekat di badannya
Bagaimana rasanya? Cuma ibu yang tahu

Saat ibu mengidamkan beribadah bersama dengan khusyuknya
Anak-anak terasa mencari perhatian
Menarik-narik mukena
Mengacak-acak lemari baju
Mumpung ibu tak berdaya

Loncat sana loncat sini
Punggung ibu menjadi pelana
Belum terhitung beres doa, anak-anak makin berkuasa
Bagaimana rasanya?
Cuma ibu yang tahu rasanya

Aaahh…
Dibalik kerepotan itu semua
Namun ada jua syurga didalamnya

Cuma ibu yang tahu lezatnya makna senyuman anak
Yang diberikan
Pelukan anak…
Ucapan cinta anak yang tampak sederhana
Dihadapan orang, tetapi berubah menjadi intan
Permata di mata ibu

Itulah mengapa?
Saat anak bahagia, ibu menangis…
Anak berprestasi, ibu menangis…
Anak tidur lelap, ibu menangis…
Anak menikah, ibu menangis…
Anak wisuda, ibu menangis…
Anak wisuda TK aja, ibu menangis…
Anak tampil di panggung, ibu menangis…

Aahh…
Inikah tangis senang yang tak akan
Dapat dimiliki siapa saja jua
Jika engkau tak mengalaminya
Sendiri sebagai ibu
Mungkinkah ini bagian berasal dari surga milikNya
Yang diberikan kepada semua ibu
Sebuah cinta yang begitu lezatnya dirasa?

Oleh: Khofifah Indar Parawansa

18. Mama

Matamu sayu menyambut pagi
Sebab, semalam kau pulang dini hari
Selalu bersimpuh kepada Sang Illahi
Untuk memberkahi hari ini

Senyummu selalu berkembang
Setiap menyambut kami
Peluhmu kau keringkan setiap memeluk kami
Bibirmu selalu menyentuh pipi
Setiap meninggalkan kami
Tak beri tambahan nestapa menghantui

Tapi, kesenangan itu tentu menjerit di dalam hati
Bila sedang tersakiti
Ini hanya tulisan
Yang tak perlu dipuji
Ini hanya tulisan
Yang tak sepadan bersama dengan perjuanganmu sampai kini

Mungkin aku bukan anak yang berbakti
Tapi aku mempunyai cinta di dalam hati
Yang selalu terukir setiap hari
Tak dapat berdasar terkecuali kau selami

Oleh: Anonim

19. Doa untuk Ibu

Aku tak tahu apa yang perlu kulakukan tanpanya
Dia yang selalu tahu aku
Dia yang tak pernah penat menasihatiku
Dia yang selalu menemani

Dialah Ibu
Orang yang selalu menjagaku
Tanpa dia, aku terasa hampa hidup di dunia ini
Tanpanya, aku bukanlah apa-apa

Aku hanya seorang manusia lemah
Yang membutuhkan kekuatan
Kekuatan cinta kasih berasal dari ibu
Kekuatan yang lebih berasal dari apapun

Engkau amat miliki nilai bagiku
Walaupun engkau selalu memarahiku
Aku tahu, itu wujud perhatian darimu
Itu berarti kau pikirkan denganku

Ya Allah
Berikanlah kesegaran pada ibuku
Panjangkanlah umurnya
Aku mengidamkan membahagiakannya
Sebelum aku atau dia tiada

Terima kasih, Ibu
Atas apa yang udah kau berikan padaku
Aku dapat selalu menyayangimu

Oleh: Anonim

20. Cinta Ibu Tak Terkira

Cintanya sungguh tak terkira
Sarat dapat hikmah kalimat mutiara
Penuh makna di setiap nasihatnya
Halus lembut belai kasihnya

Tentang jarak yang terpisah bersama dengan buah hatinya
Tak sesudah itu menyatakan air matanya
Sesungguhnya tak karuan tanggung pedihnya
Kala perlu berpisah bersama dengan buah hatinya

Tak pernah penat dia memanjatkan doa
Walau kadang kami pun lupa akannya
Tak pernah pula bersumpah bala
Walau tutur dan sikap menyakitinya

Doanya laksana anak panah
Oleh-Nya mudah dijabah
Dia laksana bidadari sederhana
Yang tak perlu kami puji tuk beri tambahan yang sempurna

Oleh: Anonim

Puisi Ibu dan Ayah

Ibu dan ayah adalah orangtua yang udah membesarkan kami sampai dewasa. Sebagai anak, ita perlu membalas semua jasa mereka yang udah diberikan kepada kita. Ibu yang udah melahirkan, dan ayah yang udah membersarkan kita. Untuk itu, tidak cuman doa yang kami panjatkan, kami sanggup mengungkapkan kasih sayang melalui puisi ayah dan ibu untuk mereka.

Aku senang!
Aku mengembara
Banyak sekali manusia
Tapi, kau selalu orang tuaku
Mereka tulus menemaniku
Mereka istimewa

Meski mengembara
Meski banyak manusia
Kau selalu di hatiku

Dengan tulus kukatakan
Aku sayang kalian
Kalian istimewa

Meski aku mengembara
Meski aku menemui banyak orang
Kalian tak ada yang menandingi
Kalian istimewa

Kalian adalah guruku
Kumpulan ilmu berasal dari kalian kugunakan
Cambuk dan ajaranmu selalu kuingat
Itu semua demi era depanku

Oleh: Anonim

22. Bahagia Bersamamu

Betapa senang bersamamu
Tumbuh dan besar di dalam pelukan cinta
Sehingga hatiku,
Selalu dipenuhi bersama dengan kasih sayang

Tak mengidamkan lepas
Dari dunia yang penuh bersama dengan kahangatan
Ibu, Ayah, menerima aksih untuk setiap cinta untukku

23. Aku Tahu, Ayah Mencintaiku

Aku tahu pelukanmu
Tak sehangat pelukan ibu
Tapi, setiap kerja kerasmu
Telah pelihara diriku berasal dari setiap kesulitan

Aku tahu begitu sulitnya
Menghadapi kehidupan
Namun, engkau tak pernah lelah
Memperjuangkan kebahagiaan
Bagi setiap anak-anakmu

Oleh: Anonim

24. Untuk Kalian Berdua

Cintamu, kasihmu, kau berikan padaku
Tulangmu, keringatmu, kau berikan padaku

Meski lelah, kau selalu tersenyum
Meski aku sering berbuat salah
Kau selalu beri tambahan senyum dan cinta
Tak pernah sedikit pun menghendaki balasan

Aku tahu, semua itu sehingga aku bahagia
Kau adalah cahaya, kau adalah pelita
Kau adalah penuntutn jalanku
Maaf, terkecuali aku belum sanggup membalas
Semua pemberianmu untukku

Tapi aku janji, doaku selalu menyertaimu
Agar kau senang menekuni era tua
Agar kau selalu tersenyum
Meskipun tak sebesar apa yang kau beri padaku

Ibu, kau adalah bulanku
Yang selalu di hatiku
Ayah, kau adalah mentariku
Yang selalu menyinariku

Ayah, ibu…
Aku mencintai kalian
Seperti aku mencintai Tuhan

Semoga Tuhan beri tambahan kebaikan pada kalian
Di taman yag indah nanti

Oleh: Anonim

25. Kau Hebat, Yah

Tak pikirkan bersama dengan matahari yang membakar kulitmu
Tak pikirkan tanah yang menyentuhmu
Kelelahanmu adalah langkahmu, ayah

Sakit hatiku, menyaksikan peluhmu
Sakit hatiku, mendengar sengal nafasmu

Ayah, badanmu yang pernah kekar
Kini habis termakan peluh
Kulitmu yang pernah lembut
Kini dipenuhi kesakitan

Ayah, tanah dan lelahmu bagai bajumu
Kesal dan pusingmu adalah makananmu
Letih dan lunglaimu adalah minumanmu

Ayah, aku salut
Atas semua yang kau lakukan
Aku kagum, bersama dengan semua perjuanganmu
Semua itu untuk istri dan anakmu tercinta

Oleh: Anonim

Itulah kumpulan puisi untuk Ibu tercinta yang menyentuh hati. Sudah tahu puisi yang mana yang dapat anda berikan kepada ibu di rumah? Pastikan ia tak hanya meraih puisi yang sanggup membuatnya menangis terharu, ya. Beri ia pelukan hangat sebagai sinyal bahwa anda begitu menyayanginya!