Permainan Masa Kecil

Permainan Masa Kecil dahulu nyata-nyata mengesankan dan meninggalkan kenangan mendalam. Butuh sementara memadai lama untuk mengingat dan mengulik memori perihal nama dan ketentuan bermain permainan tersebut.

Dengan mengingat saja udah begitu menyenangkan, apalagi sistem menuliskannya tentu terlalu menenangkan. Saat menulis poin demi poin, sekilas terbayanglah jerit dan pekik anak-anak yang menciptakan kemeriahan terhadap sementara siang atau sore hari. Saya berhasil mendapatkan beberapa permainan y. Saya sengaja menjaga nama asli setiap Permainan Masa Kecil di kampung halaman tidak cuman sebagai pembangkit memori juga untuk memancing Anda agar membandingkan namanya bersama memori yang mereka simpan.

Beberapa Permainan Masa Kecil

Nama-nama permainan di Jawa Timur biasanya mengfungsikan akhiran –an untuk menyatakan bahwa permainan itu sebenarnya dikerjakan. Semacam ajakan kepada anak-anak atau teman-teman lain untuk bergerak aktif lewat penamaan dari kata benda jadi kata kerja. Selamat menikmati.

1. Boian

Permainan Masa Kecil ini terlalu sederhana. Alat yang digunakan cuma bersifat sebuah bola (biasanya berukuran kecil seperti bola kasti atau bola tenis) dan sebagian lempengan batu atau pecahan genting. Jumlah peserta tidak dibatasi, sedikitnya terdapat seorang yang jaga dan sebagian lainnya bermain. Entah dari mana nama boi diadopsi, yang memahami permainannya selalu menarik sebab melibatkan aktivitas fisik yang khas bagi anak kekunoan macam aku hehe.

Jika udah ditemukan seorang yang berjaga, maka pemain lain dapat menyusun lempengan batu pipih atau pecahan genting hingga membentuk menara kecil. Satu per satu pemain dapat mengupayakan menghancurkan menara tersebut, entah bersama menggelindingkan atau melemparkan bola ke arah bangunan menara. Jika menara dapat diruntuhkan entah oleh pemain keberapa, maka mereka dapat bergegas meninggalkan arena sebab penjaga menjadi mengejar.

Para pemain wajib menahan dari tangkapan si penjaga jika tak sudi jadi penjaga berikutnya. Sementara penjaga dan pemain berkejaran, pemain lain bergerak mendekati menara runtuh dan mengupayakan menyusunnya kembali. Mereka wajib waspada kalau-kalau penjaga tiba-tiba mampir dan menyergap. Ketika menara udah utuh, pemain pun berteriak, “Boiiii!” yang pertanda bahwa pengejaran wajib dihentikan dan penjaga wajib lunglai sebab wajib mengejar terhadap permainan berikutnya.

Sederhana tapi membuat ngos-ngosan juga tertantang oleh waswas dapat tertangkap sementara hendak menata menara. Asyiik!!!

2. Obakan

Pembaca lazim mungkin mengenalnya bersama nama engklek. Tapi kita menyebutnya obakan. Disebut obakan sebab permainannya melibatkan obak atau gaco bersifat sekeping pecahan genting yang diandalkan selama bermain. Berbeda bersama boian, obakan dimainkan secara bertahap.

Jumlah pemain seingat aku tidak dibatasi. Ini juga kategori permainan pribadi sebab tak ada sistem pengelompokan. Pemenang adalah pemain yang dapat menuntaskan seluruh langkah bersama pas dan cepat. Adapun cara bermainnya adalahsebagai berikut.

Area bermain biasanya halaman rumah atau lapangan yang luas tanahnya memadai untuk digambari 6 kotak serupa sisi yang disusun paralel 3 di kanan dan 3 di kiri. Di anggota bawah pas di tengah-tengah terdapat kotak lain yang dapat jadi daerah menyimpan obak. Ada lima langkah yang wajib di lewati oleh setiap pemain yang menginginkan menang.

Tahap pertama, pemain melemparkan obak ke dalam daerah obak lantas melompat ke kotak 1 bersama satu kaki saja. Dengan kata lain, ia wajib lewat setiap kotak melawan arah jarum jam bersama melompat mengfungsikan satu kaki sementara kaki lain diangkat. Jadi keseimbangan memahami terlalu primer dalam permainan ini. Setelah berhasil melompati kotak 1 ,2, 3, pemain pun memasuki kotak keempat bersama menjejakkan kedua kakinya di sana. Di kotak ini dia tak wajib mengangkat satu kaki. Kami menyebutnya bersama gerakan “bregg” yang menyontoh bunyi hentakan dua kaki di tanah.

Setelah itu dia melompat kembali lewat kotak 5 dan 6 bersama tumpuan satu kaki. Pada sementara tetap di kotak 6, ia wajib bertahan sejenak untuk meraih obak yang udah ia lemparkan sebelumnya. Lalu ia melompat ke luar arena.

Tahap kedua, ia melemparkan obak ke kotak 1 lantas menyusul obak bersama lompatan satu kaki. Kali ini tantangan sedikit meningkat. Obak wajib digeser menuju kotak demi kotak hingga nampak dari kotak 6. Pergeseran itu wajib dikerjakan lewat gerakan kaki yang jadi tumpuan. Biasanya dikerjakan bersama mendorong obak mengfungsikan ujung jemari kaki agar dapat berganti ke kotak berikutnya. Pergeseran obak wajib cermat, jangan hingga tanggung yang artinya ia berada di atas garis pembatas antarkotak tapi belum berganti semuanya ke kotak berikutnya.

Tiba di kotak 4, pemain sekali kembali boleh lakukan bregg!!! Ia mengambil obak dan melemparnya ke kotak 5 lantas menggesernya bersama kaki seperti cara sebelumnya hingga ia berhasil lewat kotak 6. Hati-hati, jaga kesimbangan.

Tahap ketiga, ia meletakkan obak di punggung telapak tangan bersama cara membaliknya dari telapak tangan. Mirip sementara kita membalik telur mata sapi. Dari telapak tangan obak kita hempaskan ke udara sejenak agar kita punyai peluang membalik tangan lantas menangkap obak itu bersama punggung tangan. Jangan anggap enteng, hehe. Ketika berhasil memosisikan obak di punggung tangan, kita lantas melompati kotak demi kotak bersama Bersandar terhadap satu kaki. Mirip langkah pertama, cuma saja kali ini kita lebih waspada sebab sedang mempunyai ‘beban’ bersifat obak di punggung tangan yang tak boleh jatuh. Di kotak 4 kita selalu boleh lakukan bregg.

Sesampai di kotak 6, kita wajib bertahan sejenak untuk melemparkan obak ke dalam kotaknya. Ada satu tantangan, yakni kita wajib memejamkan mata sementara melemparkan obak tersebut. Kelihatan ringan tapi tak dapat diremehkan. Setelah obak berhasil masuk kotaknya, pemain melompat ke luar.

Tahap keempat, tantangan bermain makin menguji ketangkasan. Kali ini kita wajib lewat enam kotak dalam kondisi mata tertutup dengan sebutan lain terpejam. Hanya saja pemain diberi kemudahan sebab tak wajib kembali melompat-lompat bersama Bersandar terhadap satu kaki. Ia boleh melangkah seperti orang berjalan, tapi dalam kondisi terpejam. Seperti biasa, kita boleh bregg di kotak 4 dan mengakses mata lebar-lebar.

Tujuannya adalah untuk memantau di manakah posisi obak kita nun di kotak sana. Pemain lantas melangkah ke kotak 5 dan 6 selalu dalam kondisi mata tertutup. Saat di kotak 6, kita wajib Bersandar terhadap satu kaki dan berbalik arah membelakangi daerah obak. Jadi sistem mengambil obak dikerjakan sambil terpejam, membelakangi arah, plus wajib jaga kesimbangan sementara jongkok bersama satu kaki. Selamat meraba-raba!

Tahap terakhir, ini saatnya membuat rumah. Hah, membuat rumah? Yup, ini sebenarnya anggota paling menyenangkan. Setelah menaklukkan empat langkah sebelumnya, pemain diperbolehkan memilih rumah dari kelima kotak yang tersedia. Hanya lima sebab kotak 4 tak boleh dimiliki. Fasilitas publik, hehe….

Cara pembuatan rumah pun ringan banget. Tak wajib ke bank, notaris, atau membeli bata dan sewa tukang. Pemain memadai berdiri di tengah-tengah membelakangi seluruh kotak dan mengira-ngira ke mana obak dapat diluncurkan menuju rumah baru. Setelah membalik obak dari telapak menuju punggung tangan, ia langsung melemparkan obaknya ke arah rumah yang ia incar. Jika obak berada di tengah-tengah salah satu dari lima kotak tersebut, maka kotak itu berhak ia tandai.

Biasanya ditandai bersama lambang X dan sebagainya. Memiliki rumah adalah kemenangan dalam permainan ini. Keuntungannya, pemilik dapat bregg di situ tanpaa Bersandar satu kaki. Kabar buruknya, pemain lain tak boleh lewat kotak tersebut dengan sebutan lain wajib melompatinya menuju kotak selanjutnya. Wah, baru cerita begini pun udah kangen menginginkan memainkannya kembali.