Pengalaman Buruk Yang Kurasakan

pengalaman buruk yang kurasakanSemua orang memandangku sebagai sosok yang yakin diri. Namun, sebenarnya, saya tidak pernah berani berdiri di hadapan banyak orang tanpa persiapan. Aku ingat, dikala namaku dipanggil tiba-tiba, jantungku berdebar kencang dan pikiranku jadi kosong—aku tidak jelas apa yang wajib saya lakukan. Aku mendadak lupa dapat hal-hal lainnya, sangat jadi tidak berdaya. Rasanya, saya sangat wajib melakukan perbaikan hal ini.

Pengalaman Buruk Yang Kurasakan

Saat itu, saya duduk dihadapan seorang psikolog untuk menceritakan persoalanku ini. Ia bertanya, “Sejak kapan anda jadi demikian?” “Hmm, sejak kapan ya?” pikirku dalam hati. Aku udah sangat lama merasakan ini, sampai saya lupa bertanya sesungguhnya kapan awal mula situasi ini terjadi. Akhirnya saya sadar, bahwa perasaan ini udah kurasakan sejak masa kecilku— waktu saya dipaksa bernyanyi dan dikritik di depan umum. Ternyata, memori puluhan tahun lalu itu sangat kuat hingga berbekas bertahun-tahun lamanya. Pengalaman masa kanak-kanak yang mempengaruhimu hingga waktu ini— apakah anda terhitung memilikinya? Mungkin, petunjuk yang kuterima waktu itu terhitung sanggup membantumu: berdamailah dengan inner child-mu. Tunggu, apa itu inner child? Apakah dia anggota berasal dari diriku?.pengalaman buruk yang kurasakan

Apa Itu Inner Child?

Menurut Dr. Diana Raab, seorang peneliti psikologis dan penulis, tiap tiap berasal dari kita memiliki inner child. Apakah itu sebenarnya inner child? Seperti apakah bentuk keberadaannya?

Ahli menjelaskan inner child sebagai ekspresi sisi masa lalu kita, jadi berasal dari masa kanak-kanak hingga setelahnya. Segala pengalaman hidup kita, baik pengalaman yang mempunyai kebahagiaan dan kesedihan, dapat merubah kita dalam mengekspresikan diri dikala udah dewasa. Pengalaman itu bahkan terhitung merubah sistem tumbuh kembang kita selanjutnya. Seperti apa sih contoh pengaruh-pengaruh yang sanggup diberikan inner child kepada perkembangan kita?

Contohnya, kita sanggup menyaksikan pergaulan kita dikala tetap kanak-kanak. Menurut Cutting dan Dunn (2006), anak-anak yang sering bermain dengan teman-teman seusianya atau pun saudara yang mencintai dan menopang dirinya dapat tumbuh jadi sosok yang mencintai petualangan dikala dewasa. Mereka terhitung condong miliki kebolehan bersosial yang lebih baik sebab mereka jelas pentingnya bekerja sama dan berbagi kasih sayang. Tak hanya pertalian pergaulan, pertalian kita dengan orang tua terhitung banyak merubah hal itu, lho. Orang tua yang banyak bertanya kabar dan perasaan anaknya sehari-hari mendorong anak untuk lebih acuhkan kepada situasi temannya dan lebih jelas situasi emosionalnya sendiri.pengalaman buruk yang kurasakan

Namun, sama layaknya pengalaman baik yang sukses merubah kita secara positif dalam beraneka hal, pengalaman-pengalaman buruk yang kita rasakan terhitung sanggup merubah kita. Trauma dan perasaan sedih masa lalu sanggup tinggal dalam diri kita untuk waktu yang lama dan dikala ada trigger tertentu, sanggup ulang timbul ke permukaan. Pengalaman menyedihkan layaknya kehilangan kawan semasa kecil, kekerasan psikis dan fisik, serta perpisahan keluarga sanggup merubah kita sepanjang hidup. Tanpa sangat berdamai dengan inner child, perasaan sedih dan trauma sanggup konsisten timbul sewaktu-waktu, bahkan dikala kita jadi udah melupakannya. Lho, jadi membiarkan saja tidak cukup ya?

Alasan Mengapa Melupakan itu Belum Cukup

Terkadang, situasi masa lalu yang melukai inner child kita bahkan udah tidak ulang kita ingat. Sudah pasti tidak tersedia orang yang dambakan mengingat pengalaman yang melukainya. Mereka pasti dambakan membiarkan pengalaman ini. Namun, justru, upaya itu memicu kita merasakan sakit yang mendalam.  Riset tunjukkan bahwa tubuh menaruh luka emosional dan fisik. Meskipun kita mengusahakan keras untuk membiarkan hal itu dan melanjutkan kehidupan kita, luka itu sanggup saja senantiasa tinggal. Ketika trigger-nya datang, kita ulang merasakan luka dan trauma sebelumnya.

Pengalaman menyakitkan di masa lalu ternyata sanggup merubah kita melalui beraneka cara. Contohnya, cerita yang udah disampaikan di atas. Pengalaman dipermalukan di depan umum membuatku jadi sangat gentar dikala wajib berada di dalam situasi yang sama. Pengalaman diabaikan oleh orang yang kita kasihi sangat bisa saja terhitung merubah kelekatan kita dengan orang lain. Pada beberapa kasus, hal-hal yang memicu trauma dan menyakitkan kita justru mendorong kita untuk lakukan hal yang sama. Misalnya, dikala kita sering dimarahi semasa kecil, kita miliki tendensi untuk gampang marah. Hal ini merupakan bentuk pertahanan diri kita berasal dari bahaya yang diciptakan oleh lingkungan sehingga situasi buruk yang dialami semasa kecil tidak ulang terjadi.

Dengan kata lain, hal ini lah yang nantinya dapat membentuk alam bawah jelas kita dikala dewasa. Untuk sanggup lepas berasal dari kecenderungan kita yang disebabkan oleh pengalaman menyakitkan semasa kecil, kita tidak hanya wajib melupakannya, tetapi sangat menyembuhkannya. Jika kita mengusahakan menghindarinya untuk jadi lebih baik, kecenderungan kita tidak dapat pernah selesai.pengalaman buruk yang kurasakan

Menyembuhkan Inner Child

Menyembuhkan inner child yang terluka bukanlah hal mudah, tetapi wajib dilaksanakan untuk kehidupan yang lebih baik. Untuk menyembuhkannya, kita wajib mengusahakan menghubungkan diri kita dengan sosok masa lalu kita yang terluka untuk mengusahakan bersama mengobati diri. Berikut beberapa langkah yang sanggup kita lakukan untuk menyembuhkannya:

1. Menuliskan pengalaman dan perasaan buruk

Menuliskan rasa sakit yang dirasakan adalah keliru satu langkah untuk menyembuhkan inner child kita. Dengan menulis, kita sanggup mencurahkan emosi negatif yang sepanjang ini kita simpan. Pengalaman-pengalaman buruk itu bisa saja udah lama tidak kita ingat, tetapi bisa saja besar tetap menetap dalam diri kita. Menulis menopang kita ulang mengingatnya, merasakannya, dan mendamaikan diri dengannya.

Kamu sanggup menulis beberapa dialog berasal dari sudut pandang inner child-mu. Hal ini bisa saja membuatmu ulang teringat dengan luka yang kau miliki. Namun, setelahnya, anda sanggup jadi lebih lega dan terima situasinya dengan lebih baik.pengalaman buruk yang kurasakan

2. Melakukan Sesi Ho’oponopono Pribadi

Apa itu Ho’oponopono? Ini adalah sistem memaafkan yang berasal berasal dari Hawai, menopang kita untuk membangun ulang pertalian dengan orang lain—bahkan inner child kita. Kita sanggup mengambil waktu untuk menyendiri dan menyebutkan hal-hal ini:

“I am sorry”, katakan itu kepada dirimu bukan sebab anda udah berbuat salah, melainkan sebab anda udah menaruh emosi negatif untuk waktu yang lama dan tidak mengusahakan menyembuhkannya. Luka dan kenangan buruk itu anda simpan dan tidak anda ungkapkan sehingga memuncak dalam dirimu.

“Please forgive me”, ungkapkanlah rasa maaf yang lebih mendalam kepada inner child-mu. Ungkapkanlah maaf sebab anda tidak banyak mempedulikan langkah pandangnya atau bahkan mencoba melupakannya. Permintaan maaf ini dapat membawamu sanggup mencintai dirimu dengan lebih baik, termasuk inner child-mu.

“I love you”, katakana bahwa apapun yang udah terjadi kepadamu, anda mencintai dirimu sendiri tanpa syarat. Tunjukkanlah rasa cinta kepada dirimu yang konsisten bertahan hingga waktu ini. Cintailah dirimu, tubuhmu, hawa yang anda hirup, dan perjalanan hidupmu.pengalaman buruk yang kurasakan

“Thank you”, tunjukanlah rasa syukur atas kehidupan, cinta, dunia, dan pengalaman yang udah membentukmu jadi sosokmu yang sekarang. Tunjukkanlah rasa syukur atas inner child yang udah bertahan walaupun miliki perihnya luka yang dirasakan. Rasa syukur ini sanggup membantumu lepas berasal dari emosi negatif yang anda rasakan.

Dalam lakukan sistem ini, anda terhitung sanggup ulang memikirkan dan menvisualisasikan pengalaman-pengalaman masa lalumu dan perasaanmu waktu itu. Upaya ini membuatmu lebih lega dan jujur kepada dirimu sendiri.

3. Membuka diri

Proses penyembuhan inner child adalah sebuah sistem seumur hidup dan tidak miliki akhir yang pasti. Oleh sebab itu, mutlak untuk lakukan dua bagian pada mulanya untuk ulang mengakses pertalian dengan inner child kita. Selanjutnya, bisa saja dapat tersedia banyak hal-hal baru yang anda sadari berasal dari masa lalumu. Oleh sebab itu, senantiasa buka diri sepanjang prosesnya.

Berdamai dengan masa lalu sesungguhnya tidak gampang dan bukanlah sistem yang sebentar. Karena itu, anda wajib bersabar menghadapi tiap tiap prosesnya. Jika anda jadi kesusahan melakukannya sendiri, anda sanggup meminta bantuan psikolog untuk membantumu menghadapinya.pengalaman buruk yang kurasakan