Hukuman Yang Wajib Dirasakan Waktu Smk

hukuman yang wajib dirasakan waktu smk – Aku pernah bersekolah di SMK . SMK Negeri  90% muridnya adalah laki-laki, cuma tersedia lebih dari satu saja yang perempuan. Kondisi selanjutnya lah yang memicu SMK ku tercinta itu siswanya dicap nakal.

Kenyataan sebetulnya layaknya itu, banyak siswa yang bolos pelajaran, tidak mengerjakan tugas, memicu onar saat pelajaran, dll.

Namun meski begitu siswa SMK Negeri  banyak yang berprestasi lo teman. Mulai dari bidang olahraga yaitu juara voli, futsal, sepak bola, basket, dll.

Banyak terhitung yang juara dalam bidang akademiknya lo teman, tidak benar satunya adalah mendapat hasil nilai tertinggi UN semua Jawa Timur, dll. Jadi berimbang tuh teman antara nakal dan prestasinya. Meski nakal tetapi prestasi tidak boleh tertinggal.

Hukuman Yang Wajib Dirasakan Waktu Smk

Dalam kehidupanku di SMK ini banyak sekali kejadian yang terlalu menarik. Seperti kata orang-orang, masa-masa paling indah adalah era sekolah di SMA sederajat.

Dalam kesempatan kali dapat menuliskan hukuman-hukuman yang aku alami selama duduk di bangku SMK. Oke langsung saja teman, hukuman-hukuman selanjutnya diantaranya adalah :

1. Keluar Dari Kelas

Ini nih teman, hukuman yang paling kerap aku rasakan sewaktu duduk di bangku SMK dulu. Banyak dari teman-teman yang merasakan hukuman ini bukan ?. Yah hukuman ini sebetulnya paling melegenda dari hukuman lainnya teman. Memang sih jikalau hukuman ini terasa tidak terlalu berat.hukuman yang wajib dirasakan waktu smk

Apalagi jikalau pelakunya anak yang bandel. Anak yang bandel tambah lebih bahagia jikalau di suruh terlihat kelas. Mereka dapat tambah leluasa kemana-mana.

Ada yang tambah jajan ke kantin sekolah, ke masjid untuk tidur, bermain sepak bola di lapangan, dll. Jadi jikalau yang bandel kena hukuman ini, dia tidak bakalan kapok. Malahan mereka dapat mengulanginya.

Itu di atas jikalau anak bandel, nah beda cerita kalo yang kena hukuman anak yang rajin. mereka tentu dapat baper tidak ketulungan tuh. Mereka dapat buru-buru masuk kelasnya.

Tapi kayaknya jarang deh jikalau anak yang rajin kena hukuman ini, namanya aja anak rajin kan. Kalau mereka kena hukuman ini tentu langsung kapok dan tidak dapat mengulanginya lagi.

Kalau aku sendiri sih masuknya type anak bandel, tetapi tersedia waktunya terhitung jadi anak rajin. Lihat keadaan dan keadaan lah pokoknya, jikalau tepat gurunya sedap ya jadi anak rajin, nah jikalau gurunya agak killer mah jadi anak bandel.

Perbuatanku selanjutnya jangan ditiru lo teman. Jadilah anak rajin tetap saja, gara-gara dapat menyesal layaknya aku saat ini ini. Kenapa kok pernah tidak rajin belajarnya, jadinya saat ini tepat kudu ilmunya tidak tau deh jadinya.

Banyak penyebab dari hukuman ini dikenakan. Mulai dari tidak mengerjakan PR, tidur di kelas, ramai di kelas, tidak mengerjakan tugas harian, menyontek saat ujian, celometan saat diterangkan materi oleh guru, telat masuk kelas, tidak membawa buku pelajaran, dll.

2. Razia Rambut Panjang

Nah jikalau hukuman yang satu ini tertentu untuk para siswa yang bahagia dengan rambut gondrong nih. Aku tentu jadi langganan jikalau tepat tersedia razia rambut panjang. Karena aku sebetulnya bahagia memanjangkan rambut.

Di SMK Negeri  kan 90% laki-laki, di situ banyak sekali yang bahagia memanjangkan rambut teman. Jadinya para guru memicu tradisi tiap tiap upacara bendera pada hari Senin tentu tersedia razia rambut panjang masal.

Meski para guru telah malakukan perihal tersebut, tetapi aku dan teman-temanku tidak kekurangan akal. Setiap kali razia rambut panjang aku dan teman-temanku tentu izin ke toilet.

Dan perihal itu terlalu efisien untuk menghindari razia rambut panjang. Tapi aku pernah terhitung kecolongan telat izin ke toiletnya dan pada akhirnya kena deh rambutku di potong ala kadarnya.

Banyak terhitung guru yang melaksanakan razia di luar saat upacara bendera. Nah itulah yang jadi momok besar bagi kami. Biasanya razianya itu dilaksanakan secara mendadak.hukuman yang wajib dirasakan waktu smk

Entah itu tepat di tengah pelajaran, olahraga, istirahat, atau jam lainnya. Jadinya kita tidak dapat menghindari razia yang mendadak ini.

Kalau lagi untungkan ya aman, tetapi kalo tepat lagi apes ya habis ini rambut. Pernah aku tepat jam istirahat, tau-tau di panggil guru. Aku telah punyai firasat jikalau dapat kena razia rambut.

Eh ternyata benar, apes deh nasib rambutku tidak jadi gondrong. Aku terlalu malu tepat razia itu, gara-gara di depan lazim dan di situ tidak tersedia yang kena razia tak hanya aku, bahkan tersedia siswi perempuannya juga.

3. Lari Keliling Lapangan

Kalau yang ketiga ini adalah hukuman lari keliling lapangan. Kalau di SMK ku dulu, hukuman ini kerap diberikan kepada siswa maupun siswi yang telat masuk sekolah. Aturan di SMK ku pernah jam pelajaran dimulai pada pukul 07.00 WIB. Tetapi gerbang masuk sekolah nya ditutup pada pukul 06.45 WIB.

Jadi jikalau singgah kelewat dari pukul 06.45 WIB telah diakui telat oleh guru. Nah untuk dapat masuk sekolah dan ikuti pelajaran kudu lebih dari satu konsekuensi. Salah satu diantaranya yaitu lari keliling lapangan.

Entah itu lapangan sepak bola, voly, atau basket itu terserah kepada guru yang bertugas memberi hukuman. Dan untuk jumlah putaran larinya terhitung tergantung kebijakan guru yang bertugas tersebut.

Aku kerap banget nih kena hukuman yang satu ini. Karena keadaan rumahku yang terlalu jauh, kira-kira 35 menit jarak antara sekolah dan rumahku. Itu pun jikalau jalannya lancar, jikalau jalannya macet dapat lebih lama lagi.

Untungnya tersedia tidak benar satu teman satu kelasku yang terhitung kerap telat. Jadi aku tidak begitu baper, soalnya tersedia teman telat. Rumah temanku yang ini tambah lebih jauh lagi jarak antara rumahnya dan sekolah kemungkinan kira-kira 45 menit.

Kalau tepat telah kerasa telat, Aku dan temanku ini tetap janjian untuk masuk sekolahnya barengan. Agar nanti tepat kena hukuman tidak sendirian, melainkan tersedia temannya.

4. Hormat Bendera Merah Putih Berjam-Jam

Kalau hukuman hormat bendera ini tertentu diberikan kepada siswa-siswi yang telat ikuti upacara bendera. Dan tidak cuma itu, siswa-siswi yang atributnya tidak lengkap saat ikuti upacara bendera terhitung dapat terkena hukuman ini. Kebanyakan dari temanku atribut yang kerap ketinggalan adalah topi.hukuman yang wajib dirasakan waktu smk

Kalau aku sendiri agak jarang terkena hukuman ini teman. Soalnya topi tetap safe berada dalam tasku, dan juga jikalau tepat hari Senin ibuku rajin bangunin aku. Jadi tiap tiap hari Senin aku terselamatkan dari hukuman hormat bendera ini.

Tapi aku terhitung pernah terkena hukuman ini gara-gara telat. Sebab tersedia temanku yang dambakan bareng, jadi aku kudu menyita jalur yang agak memutar gara-gara jalannya tidak satu arah.

Tapi aku tidak menyesal, gara-gara aku lebih mementingkan pertemanan dari pada hukuman. Bagiku Pertemanan itu terlalu berati.

5. Meminta Maaf Di Depan Semua Kelas

Ini nih hukuman yang paling aku dan teman-temanku benci. Yaitu meminta maaf di depan semua kelas, hukuman ini tidak cuma disatu kelas saja. Melainkan ke semua kelas di SMK ku.

Kenapa kok aku dan teman-temanku benci ??, yah gara-gara aku dan teman-temanku malu jikalau berkata di depan umum. Apalagi jikalau di dalam kelas selanjutnya tersedia siswi perempuannya, telah gitu cantik lagi. Itu memicu aku dan teman-temanku lebih malu lagi.

Memang sih aku tidak terlalu kerap terkena hukuman ini. Karena hukuman ini yang mengimbuhkan adalah guru-guru tertentu saja jikalau tepat siswanya telat masuk ke dalam kelas. Salah satu guru selanjutnya adalah guru wirausaha di kelasku.

Bagi siswa-siswi yang telat tentu dapat dikenankan hukuman ini. Guru ini sebetulnya terlalu disiplin soal waktu, Jadi orangnya tidak pernah telat masuk ke kelas untuk mengajar.

Memang benar hukuman ini tidak dapat memicu letih dan berkeringat. Namun hukuman ini terlalu memalukan bagiku dan teman-temanku. Dan jikalau tepat berkata di depan lazim tubuhku dapat otomatis berkeringat gara-gara grogi dan malu.

Kalau yang kena hukuman ini orangnya pintar berkata di depan lazim ya enjoy aja. Tidak dapat tersedia beratnya sama sekali hukuman ini jikalau bagi meraka. Dan yang pintar berkata ini tidak dapat kapok saumpama terkena hukuman ini.

Kalau yang terkena hukuman ini aku yang orangnya tidak pintar berkata di depan lazim ya dapat kapok.

6. Jalan Jongkok

Meski namanya jalur jongkok terdengar enteng di telinga, tetapi sesungguhnya tidak begitu. Hukuman ini terhitung dalam kategori berat gara-gara dapat memicu kaki linu selama lebih dari satu hari setelahnya.

Hukuman ini diberikan kepada mereka yang telat masuk sekolah, tetapi yang mengimbuhkan hukuman ini cuma seorang guru saja. Yaitu guru olahraga di kelasku. Kalau tepat guru ini yang merawat gerbang masuk sekolah, yang telat tentu dapat dihukum jalur sambil jongkok. Guru olahraga ini sebetulnya populer guru killer di SMK ku.

Meski jarak jalur jongkoknya cuma berkisar 300-an meter. Itu telah memicu kaki linu berhari-hari. Apalagi bagi mereka yang tidak biasa olahraga kaki. Pasti sakit linu di kakinya dapat lama sembuh.

Untung saja guru olahraga ini cuma kemungkinan kira-kira 1 bulan sekali saja bertugas merawat gerbang masuk sekolah. Jadi aku dan teman-temanku jarang terkena hukuman ini.hukuman yang wajib dirasakan waktu smk

7. Push Up

Nah jikalau hukuman ini adalah hukuman yang paling kerap aku dapat. Karena tiap tiap pelanggaran sedikit saja tentu dapat kena hukuman ini. Itulah sebabnya siswa di SMK ku berotot semua, gara-gara ya hukuman yang satu ini wkwkwk.

Aku kerap kali terkena hukuman ini gara-gara lupa tidak memasukan baju. Kalau dibilang lupa sebetulnya kurang tepat. Karena ya sebetulnya sengaja aku keluarkan bajunya.

Sering terhitung terkena hukuman ini gara-gara lupa tidak memakai dasi tepat saat memakai seragam putih abu-abu atau setangan tepat saat memakai seragam pramuka. Kalau dibilang lupa terhitung kurang cocok ini, gara-gara sebetulnya sengaja dilepas.

Hukuman ini dapat terasa enteng jikalau guru yang mengimbuhkan baik hati, disuruhnya cuma berkisar 10-20 kali push up saja. Tapi kalo tepat guru killer dapat hingga 50-100 kali push up. Bayangkan saja kalo hingga kena hukuman push up hingga 10 kali, kali aku mah dapat letih minta ampun itu hehehe.

Mungkin itulah pengalamanku terkena hukuman sewaktu duduk di bangku SMK. Sebenarnya masih tersedia lebih dari satu lagi hukuman yang pernah aku alami semasa SMK. Namun yang paling kerap ya ketujuh hukuman di atas tadi.

Pada dasarnya para guru menghukum kita fungsi kebaikan kita sendiri. Untuk memicu kita lebih patuh aturan, disiplin, tanggung jawab, sopan dan santun, dan juga lebih beradap lagi.

Itu semua demi era depan kita. Bayangkan saja jikalau nanti tepat telah kerja kita kerap telat tetap tugas tidak selesai, bisa-bisa kita di pecat dan jadi pengangguran. Bahkan sebelum kita dapat ada problem di terima kerja gara-gara riwayat kita di sekolah dulu.

Jadi mari kita lebih dalam menaati aturan, lebih disiplin, lebih tanggung jawab, lebih sopan dan santun, dan juga lebih beradap lagi.hukuman yang wajib dirasakan waktu smk