Contoh Skenario Film Pendek

Contoh Skenario Film Pendek motivasi, komedi, lucu, fiksi, sedih, sekolah, dan keluarga, diulas didalam tulisan singkat ini. Tentunya bersama dengan sebagian gambaran kronologis adegan, dialog, area dan kondisi bersama dengan durasi 5 hingga 30 menit.

Urutan didalam naskah selanjutnya disusun bersama dengan konteks struktur yang dramatik.

Penulisan Contoh Skenario Film Pendek dijalankan oleh script writer sebelum pembuatan film.

Nah, bagi script writer pemula, bisa mempelajari Contoh Skenario Film Pendek sebagai referensi penyusunan naskah film bersama dengan beraneka tema.

Judul Contoh Skenario Film Pendek : Lima Nol-Nol

Tokoh Contoh Skenario Film Pendek :

1. Budi : pelajar SD, jujur, lugu, periang, anak tukang parkir
2. Pak Kardi : Tukang parkir, papa Budi, pekerja keras, jujur, ulet
3. Tukang Parkir : Tidak jujur, keras dan tidak bertanggung jawab
4. Penjual Buku : sederhana, bijaksana

Sinopsis :

Budi sudah dua kali melihat Ayahnya membayar uang parkir motor pada lokasi yang tidak sama sebesar Rp 1000. Seharusnya tarif parkir adalah Rp 500 namun tidak terhitung diberi kembalian. Budi dulu coba meminta kembalian hingga ia mengancam bakal melaporkan tukang parkir kepada KPK.

Budi berpikir bahwa tukang parkir banyak yang berlaku tidak jujur begitu terhitung bersama dengan ayahnya. Akhirnya Budi tahu, ayahnya merupakan tukang parkir yang jujur dan ia mulai bangga jadi anak seorang tukang parkir.

Naskah :

EXT. Di beranda tempat tinggal Pak Kardi pada siang hari

Terlihat Budi sepulang sekolah membiarkan sepatunya sambil membaca koran yang tersedia di atas meja. Koran selanjutnya berisi berita perihal KPK.

EXT. Depan toko bangunan pada sore hari

Tampak Pak Kardi sedang terlihat berasal dari toko bangunan selanjutnya bunyi peluit tukang parkir terdengar. Pak Kardi meminta Budi membawakan barang bawaannya.

Pak Kardi : Ayo Budi!

Budi : Baik Pak (terdengar nada peluit kemudian Pak Kardi mengimbuhkan selembar uang Rp.1000 kepada tukang parkir. Tukang parkir tidak mengimbuhkan kembalian hingga selanjutnya Pak Kardi bergegas pergi memakai motornya. Budi melihat ayahnya yang tidak mendapat uang kembalian parkir)

Pak Kardi : Ayo Budi!

Budi : Yah, uang parkir tadi kenapa tidak mendapat kembalian?

Pak Kardi : Sudah tidak apa-apa. Ayo !

Budi : Tapi tukang parkir itu tidak jujur Yah. Parkir hanya Rp 500 bukan Rp 1000.

Pak Kardi : Sudah…sudah. Kamu ini masih kecil belum jelas apa-apa.

EXT. Depan tempat tinggal Pak Kardi pada sore hari

Pak Kardi sedang bersihkan motornya kemudian Budi terlihat berasal dari didalam tempat tinggal dan menghampiri ayahnya.

Budi : KPK itu siapa Yah? Kepala area kok banyak yang ditangkap.

Pak Kardi : KPK itu aparat negara, kepala area yang ditangkap itu karena mereka memakai uang rakyat yang bukan haknya.

Budi : Berarti tukang parkir tempo hari terhitung memakai bukan haknya. Apa perlu kita laporkan ke KPK Yah?

Pak Kardi : (tertawa) Kamu jelas apa soal KPK. Sudah mandi sana keburu sore nanti.

Budi : Baik Yah.

EXT. Depan Toko Buku pada sore hari

Pak Kardi dan Budi terlihat berasal dari toko buku sambil mengambil uang berasal dari sakunya namun tidak mendapatkan uang receh.

Pak Kardi : Budi, tersedia uang receh lima ratusan?

Budi : Adanya seribu rupiah Yah.

Pak Kardi : Yaudah itu saja seadanya untuk bayar parkir.

Budi : Paling tidak dikasih kembalian lagi

Setelah membayar parkir, Pak Kardi mengajak Budi pergi namun Budi hanya terdiam.

Budi : Pak, kembaliannya mana? (sambil menyodorkan tangannya ke tukang parkir)

Tukang Parkir : Tidak tersedia kembaliannya, ini uangnya besar semua.

Budi : Beneran Pak? Jangan berbohong ya…

Tukang Parkir : Kalau tidak yakin melihat sendiri ini,

Budi : Lha terus bagaimana?

Pak Kardi: Sudah Budi, ayo kita pulang saja.

Budi : Sebentar Yah, tukang parkir ini tidak jujur. Mau aku laporkan ke KPK saja.

Tukang Parkir : (mendengar perkataan Budi). Maksud anda apa berbicara layaknya itu?

Pak Kardi : Sudah Pak sudah…Seharusnya aku yang protes karena tidak diberi uang kembalian parkir.

Penjual Buku : (mendekati Pak Kardi) Ada apa pak? Saya perhatikan kok tersedia keributan.

Budi : Ini Pak, uang parkir papa aku tidak diberi kembalian oleh tukang parkir.

Penjual Buku : Oh begitu ya, maaf ya Pak Parkir. Bukannya aku rela turut campur namun lebih baik jangan mengambil yang bukan hak kita. Tidak bagus bertindak korupsi.

Tukang parkir mengangguk dan mendengarkan penjelasan penjual buku.

Pak Kardi : Terima kasih pak atas penjelasannya. Saya pamit dulu.

EXT. Teras tempat tinggal Pak Kardi pada sore hari

Budi sedang belajar dan Pak Kardi sedang bersihkan motornya.

Pak Kardi : Ada PR ya Bud? Kok betul-betul sekali.

Budi : Iya Yah. PR Matematika besok perlu dikumpulkan.

Budi : Budi rela minta maaf, karena Budi papa jadi bertengkar bersama dengan tukang parkir.

Pak Kardi : Tidak apa-apa Bud (mengusap kepala Budi)

Budi : Apa seluruh tukang parkir layaknya itu Yah?

Pak Kardi : Bud, tidak seluruh tukang parkir itu tidak jujur. Seperti ayahmu ini yang mengupayakan tidak mengambil hak orang lain walau hanya seorang tukang parkir.

Budi : Budi jelas kok, kecuali papa pekerjaannya berat.

Pak Kardi : Makanya nanti anda perlu jadi orang yang jujur sehingga dipercaya banyak orang.

Budi : Tapi Budi bangga jadi anak tukang parkir yang jujur jadi tidak cemas ditangkap KPK.

Pak Kardi : Budi..Budi (sambil tersenyum).

Contoh Skenario Film Pendek Sekolah / Pendidikan

Judul : Sekolahku

Tokoh :

1. Andi seorang anak berusia 17 tahun
2. Ibu Andi
3. Ayah Andi
4. Taufik
5. Pak Ilham

Sinopsis Contoh Skenario Film Pendek :

Andi merupakan seorang anak yang membawa harapan tinggi untuk melanjutkan sekolah ke jenjang SMK walau ia tinggal di sebuah desa. Faktor ekonomi keluarga yang serba kekurangan sebabkan Andi perlu turut bekerja jadi buruh tani.

Suatu pagi kala Anda bekerja di sawah, ia melihat segerombolan pelajar berseragam lengkap hendak berangkat ke sekolah. Seketika itu, Andi berkhayal kapan ia bisa bersekolah layaknya anak-anak tersebut.

Pada suatu sore dikala Anda bakal pulang berasal dari sawah, terlihat sekelompok orang berlangsung berlawanan arah sambil membawa peralatan pertanian. Andi penasaran dan terus bertanya-tanya didalam hati.

Saat berpapasan bersama dengan mereka, Andi justru di ajak bergabung. Ternyata mereka hendak menuju ke sekolah terbuka. untuk penduduk tanpa batasan umur dan gratis. Pembelajaran di sekolah terbuka dijalankan sebanyak 3 kali seminggu yakni pada sore hari.

Akhirnya Andi turut berhimpun bersama dengan sekolah terbuka hingga selanjutnya ia bisa berkuliah dan raih cita-citanya selama ini.

Skenario :

1. Di halaman tempat tinggal kala pagi hari

Ayah Andi sedang mempersiapkan peralatan untuk dibawa ke sawah.

2. Di sawah pada pagi hari

Andi menolong ayahnya bekerja di sawah selanjutnya ia melihat segerombolan orang hendak pergi ke sekolah terbuka

Naskah :

Andi dan Ayahnya bersiap berangkat ke sawah

Ibu : Hati-hati ya Andi.

Andi : Iya bu (sambil bersalaman)

Andi dan ayahnya pergi ke sawah dan sesampainya di sawah, Andi langsung menolong ayahnya. Terlihat anak-anak berseragam mulai berangkat ke sekolah.

Andi : (Terdiam dan berkhayal sedang bersekolah dan bermain bersama dengan teman-temannya)

Ayah : (Menepuk bahu Andi)

Andi : (Terkejut)

Ayah : Andi, Ayah yakin kelak anda tentu bisa layaknya mereka nanti.

Andi : Nanti itu kapan yah? (Dengan nada keras)

Ayah : Ada waktunya selama anda punyai kemauan.

Andi : Iya Ayah. Yasudah, Andi pulang dulu ya Yah.

Sepulang berasal dari sawah, Andi bersua bersama dengan segerombolan orang yang membawa peralatan pertanian bersama dengan arah berlawanan. Andi heran dan bertanya kepada salah satu warga.

Andi : Maaf Pak, warga itu rela pergi kemana ya? (Sambil terkaget karena mereka terhitung membawa alat tulis)

Pak Ilham: Mereka itu rela pergi ke sekolah.

Dalam rombongan itu tersedia seorang teman Andi bernama Taufik.

Taufik : Andi, ayo turut ke sekolah!

Andi : Tidak ah, aku kan gak punyai uang untuk membayar sekolah.

Taufik : Tidak apa-apa Andi. Kami pun terhitung tidak punyai uang.

Taufik mengajak Andi pergi ke sekolah secara berbarengan kala itu juga. Setibanya di sekolah, Taufik menyatakan kepada Andi.

Taufik : Andi, sekolah ini adalah sekolah terbuka untuk seluruh siswa tanpa batasan umur. Sekolah ini terhitung layak layaknya sekolah umum. Semua biaya disini gratis dan bakal mendapat alat tulis tanpa perlu membayar. Siswa yang lulus terhitung bakal beroleh sertifikat.

Andi : Oh begitu ya. Kalau turut sekolah gratis ini tentu aku bisa raih ciat-citaku nanti.

3 Tahun kemudian, Andi sudah lulus berasal dari sekolah terbuka. Lalu ia melanjutkan pendidikan di bangku kuliah. Sejak kala itulah impiannya untuk bersekolah selanjutnya tercapai.

Contoh Naskah Film Pendek Persahabatan
Judul : Nasehat Seorang Sahabat

Tema : Persahabatan

Jumlah pemeran : 4 orang

Karakter pemeran :

* Wulan : Baik dan senang menasehati
* Ningrum : Baik dan senang berbuat kebaikan
* Gino : Suka menjahili orang
* Ferdy : Baik, senang menyapa temannya yang salah

Alur Cerita :

Minggu pagi di depan tempat tinggal Wulan, berkumpullah Ningrum, Gino, dan Ferdy. Mereka nampak mengobrol membahas sesuatu sambil menunggu Wulan terlihat rumah. Selang berapa lama, Wulan terlihat tempat tinggal setelah mendengar nada teman-temannya.

Naskah film pendek :

Wulan : Hai teman-teman, tersedia apa nih? Tumben sekali kalian pagi-pagi-sudah ngumpul dan ngerumpi di depan rumahku. Rame banget lagi, hingga terdengar berasal dari didalam rumah.

Ningrum : Aku tadi niatnya rela manggil anda dulu, namun sudah terlanjur asyik ngobrol jadi lupa. Kamu tersedia acara gak hari ini?

Wulan : Hari ini aku gak tersedia acara. Kenapa? Mau ngajakin kemana, rela jalan-jalan ya?

Ningrum : Ehh geer, gak kok aku hanya bertanya aja. Kamu kan orang sibuk, siapa tau sudah tersedia jadwal padat hari ini.

Wulan : Nggak tersedia kok, aku di tempat tinggal aja gak tersedia agenda.

Gino yang berasal dari tadi diam sejak Wulan terlihat rumah, tiba-tiba nyeletuk menyampaikan sebuah ide. Dia bersama dengan antusias meminta teman-temannya untuk mendengarkan idenya.

Gino : Eh teman-teman, daripada gabut aku tersedia inspirasi nih! (Sambil tersenyum lebar)

Ferdy : Ide apa, berasal dari tadi diem ternyata mikirin inspirasi ya? (Sambil memukul lengan Gino)

Gino : Dengerin ya, biasanya jam segini kan Ika melalui jalan depan situ tuh. Bagaimana kecuali kita ngerjain dia, tentu seru. Bagaimana setuju? (masih bersama dengan senyum lebar dan mata penuh harap)

Ferdy : Apa? Ngerjain orang? Ika lagi? Kenapa sih anda jadi orang kok jahat?!

Wulan : Iya tuh si Gino, kenapa anda tetap jadi orang jahat? Sukanya jahilin orang terus. Ika kan teman kita juga, kenapa perlu dijahili?

Gino : Lah kalian selama jadi temanku tidak jelas juga? Kalau itu adalah hobiku.

Ningrum yang kondang sebagai anak yang lembut coba menasehati Gino sehingga sikap dan perilakunya berubah. Ningrum menepuk pundak Gino sambil memberitahukan bahwa kala ini mereka bukan anak kecil lagi, jadi lebih baik bersikaplah dewasa.

Ningrum : Gino, kita kan jelas kecuali kita itu bukan anak kecil lagi, coba bersikap layaknya layaknya orang dewasa. Kejahilanmu itu adalah sikap kekanak-kanakan yang sudah tidak pantas lagi anda lakukan. Ayolah sedikit demi sedikit anda mengurangi dan hilangkan.

Gino mulai tersinggung bersama dengan kata-kata Ningrum, khususnya lagi sesungguhnya tingkah laku Gino adalah orang yang keras kepala. Gino mulai menggerutu.

Wulan : Benar itu kata Ningrum. Ayo lah Gino, tidak mestinya anda bersikap layaknya itu. Jadilah orang yang dewasa, kebiasan anda menjahili orang itu bakal merugikan anda dan orang lain.

Gino tetap saja menggerutu dan makin mulai disalahkan. Dia mulai marah dan tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh teman-temannya.

Gino : Masa bodoh bersama dengan omongan kalian, aku gak perduli!

Melihat sikap Gino yang makin tidak terkendali, Ferdy turut andil didalam menasehati Gino.

Ferdy : No… Kamu itu kecuali rela iseng boleh-boleh aja, namun tersedia batasnya terhitung bro jangan berlebihan. Kenapa sih anda rela ngerjain Ika? Dia kan anak yang baik. Ika terhitung tidak berbuat jahat sama kamu, tidak merugikan kamu.

Wulan : Iya benar itu. Aku kecuali melihat Ika justru kasihan. Dia anak yang baik, jualan keliling membuat bantu ibunya. Masa anda tega rela jahilin dia.

Gino : Kasihan? Kenapa perlu kasihan?

Wulan : Ika itu sudah tidak punyai bapak. Dia hidup sehari-hari bersama dengan ibunya yang hanya jualan kue. Ika mestinya bisa bermain layaknya kita, namun waktunya habis untuk turut jualan kue keliling.

Ketika wulan cerita perihal kehidupan Ika, barulah Gino jelas bahwa Ika tidak punyai bapak. Setelah merenung sebagian saat, selanjutnya Gino mulai luluh dan melupakan tekad untuk menjahili Ika.

Gino : Jadi ika perlu jualan tiap-tiap hari untuk bantu ibunya. Ok, aku janji tidak bakal jahilin Ika lagi.

Ningrum : Nah gitu dong, itu baru namanya anak baik. Tapi ingat jangan hanya anda lakukan pada Ika, pada seluruh orang terhitung perlu sama. Jangan jahilin orang lagi, dosa tau.

Wulan : Aku setuju.

Gino : Apaan sih kalian, apa-apa dosa! (Sahut Gino bersama dengan muka lemas)

Mereka selanjutnya tertawa bersama, senang didalam persahabatan.

Contoh Naskah Film Pendek Komedi Lucu

Judul : Film 18 Tahun ke Atas

Tokoh :

Sinopsis : Hendrik, Hadi dan Nurdiansyah adalah kawan dekat dekat yang kerap berkumpul bersama. Suatu hari Hendrik mengajak Hadi dan Nurdiansyah untuk jadi youtuber bersama dengan sebabkan film 18 th. ke atas namun selanjutnya mereka memutuskan untuk sebabkan film pendek lucu.

Saat syuting dimulai, ketiga saling beraneka tugas masing-masing. Memulai sistem syuting justru keanehan mulai berlangsung pada mereka hingga kelucuan pun terjadi.

Segmen 1 :

Nurdiansyah dan Had, bersantai di depan tempat tinggal sambil mengobrol. Tiba-tiba telephone Hadi berdering.

Hadi : Hallo…(sambil mengangkat telepon)

Hendrik : Halo, anda dimana Had?

Hadi : Biasa Hen, aku lagi di masjid ini.

Hendrik : Sok jadi anak soleh anda Had. Aku betul-betul ini. Penting! Kamu dimana sekarang?

Hadi : Sedang di tempat tinggal ini sama Nur. Kamu sok urgen layaknya ambulance saja.

Hendrik : Yaudah aku ke sana saat ini ya (mematikan telepon)

Nurdiansyah : Ada apa Hendrik telephone Had?

Hadi : Katanya sih rela main kesini.

Hendrik tiba di tempat tinggal Hadi untuk bersua bersama dengan Hadi dan Nurdiansyah

Hendrik : Halo Nur, Had. Aku punyai inspirasi brilian nih.

Hadi : Ide apa Hend?

Nurdiansyah : Wah mantap nih.

Hendrik : Ini inspirasi mantap dan mengguncang dunia. (Hadi dan Nur tertawa terbahak-bahak)

Hendrik : Aku rela mengajak kalian jadi Youtuber.

Nurdiansyah : Youtuber? Emang mudah apa?

Hadi : Si Hendrik ada-ada saja. Emang anda sudah punyai konten?

Hendrik : Belum. Kita membuat film saja gimana?

Hadi : Buat film 18 th. ke atas saja Hen, tentu nanti banyak yang nonton.

Nurdiansyah : Wah anda kronis Had. Jangan mikir mesum terus. Lagi pula anda Hen, membuat film itu tidak gampang. Butuh peralatan namun kita tidak punya.

Hendrik : Kita membuat film pendek yang lucu aja layaknya film komedi.

Hadi: Tidak…Tidak..Susah membuat film layaknya itu. Bagaimana kecuali kita sebabkan tutorial aja. BIar kita layaknya suhu yang serba tahu.

Nurdiansyah : Pesimis anda Had. Bikin film lucu-lucuan susahnya dimana sih? Lagi pula anda Hen, perlu jelas diri karena kita masih serba terbatas. Mana kameranya? Siapa yang jadi cewek cantiknya? Mana ininya? Mana itunya?

Hendrik : Aku yang punyai inspirasi kenapa kalian yang menyalahkan aku? Benar-benar tidak asik kalian nih. Ayo mulai aja membuat filmnya. Sudah tidak sabar nih. Hadi jadi kameramen, Nur jadi anggota action-action ya.

Segmen 2 :

Mulai syuting

Hendrik : Hallo guys, bersua lagi bersama dengan saya…

Nurdiansyah : Cut..cut..cut, ah anda Hen. Kok sudah mulai hallo guys hallo guys saja. Tunggu dulu aba-aba berasal dari aku. Baru anda mulai berbicara.

Hendrik : Oh iya maaf, aku benar-benar bersemangat. Ayo mengulangi lagi.

Nurdiansyah : Kamera…action…!

Hendrik : Hallo guys, bersua lagi bersama dengan saya…

Hadi : Stop…stop..stop..potong dulu. Nur, roll nya mana. Harusnya setelah kamera anda bilang rol…action.

Hendrik : Dasar anda Nur!

Nurdiansyah : Maaf-maaf, aku benar-benar bersemangat. Kamera…roll..action!

Hendrik : Hallo guys, bersua lagi bersama dengan aku di channel tutorial langkah memakai hijab anti badai.

Hadi : Apa-apaan ini? Kok tersedia hijab segala. Kamu kan cowok Hen, era membuat tutorial memakai hijab.

Nurdiansyah : Kamu aneh Hen. Aku jadi cemas berkenalan sama kamu.

Hadi : Memang aku cowok apaan?

Hendrik : Iya maaf. Ulang…ulang!

Nurdiansyah : Kamera…roll..action!

Hadi : Sebentar, kameranya belum aku star !

Nurdiansyah : Dasar anda Had. Ku tabok terhitung nih.

Akhirnya syuting pun jadi berantakan.

Contoh Naskah Film Pendek Horor
Judul : Alam Lain di Hutan

Tema :Horor, menghilangnya peserta kemah secara misterius

Jumlah pemeran :5 orang (Risa, Evan, Inka, Doni, Renald)

Alur cerita :Ada lima orang mahasiswa yang sedang berkemah di suatu hutan. Ketika bangun pagi hari, satu demi satu mereka mulai menghilang secara misterius.

Skenario naskah film pendek :Scene 1 Hutan Camp Area – Pagi

Dua tenda didirikan bersebelahan, hari masih pagi, belum tersedia yang terlihat berasal dari tenda. Selang sebagian kala Risa terlihat terlihat berasal dari tenda.

Risa : Oaammhhh. (Sambil menutup mulut dan menghirup hawa segar)

Evan : Brukkk. (Keluar berasal dari tenda secara buru-buru)

Risa : (Menoleh bersama dengan heran) Kenapa kamu? Kebelet?

Evan : Mau buang air! (Sambil langsung lari)

Risa : (Berjalan di kurang lebih tenda dan mulai mungutin sampah yang berserakan di kurang lebih tenda)

Inka : (Keluar berasal dari tenda bersama dengan mata yang masih mengantuk) Pagi Ris.

Risa : Pagi. (Masih asyik menghimpun sampah)

Doni : (Membuka tenda dan duduk di depannya) Evan mana Ris?

Risa : Kebelet tadi, lagi lari buang air.

Doni mengangguk dan mulai terlihat berasal dari tenda. Sementara Inka berolahraga sebentar meregangkan otot selanjutnya berlangsung masuk hutan.

Risa : Kemana In?

Inka : Jalan-jalan aja, cari hawa segar.

Risa : Jangan jauh-jauh loh, awas nyasar.

Inka berlalu sambil melambaikan tangan.

Risa : Don, anda gak bangunin Renald? Udah siang nih matang masih molor aja.

Doni : Dia kan kebo, ada problem dibangunin.

Setelah kala berlangsung cukup lama, Risa dan Doni mulai panik dikala Inka dan Evan belum terlihat terhitung di Camp Area. Tiba-tiba terdengar teriakan histeris, mereka panik karena itu adalah nada Inka berasal dari didalam hutan.

Scene 2 Dalam Hutan – Pagi Hari

Inka berlari berasal dari didalam hutan bersama dengan muka panik dan kekuatiran sambil teriak “Evan mati”.

Doni : (Kaget) Kamu ngomong apa?!

Doni dan Risa hendak menyusul Inka kedalam hutan, namun mendadak terlihat sosok memakai hoodie hitam di belakang Inka. Mereka terdiam. Tanpa terduga sosok ini menyeret Inka lagi ke didalam hutan. Berbarengan mereka teriak.

Renald : (Keluar tenda bersama dengan bingung) Ada apa sih?

Scene 3 Dalam Hutan – Pagi Hari

Renald mengejar Doni dan Risa, kala Inka sudah hilang berasal dari pandangan. Mereka masih bertanya-tanya apa yang berlangsung dan siapa sosok berhoodie itu. Masih bersama dengan nafas terengah-engah Doni coba menceritakan pada Renald perihal apa yang dikatakan Inka bahwa Evan mati.

Tiba-tiba lagi terdengar teriakan histeris.

Doni : Inka! (Berteriak memanggil dan terus berlari)

Renald : (Membekap mulut Doni dan diseret ke balik pohon) Sssttt!

Renald berikan isyarat bakal adanya sosok berhoodie yang melalui di dekat mereka. Bersamaan bersama dengan itu terlihat Risa dan mulai lega melihat ke-2 temannya.

Mendadak sosok berhoodie terlihat di depan mereka, refleks Risa berlari dan sosok itu terus mengejarnya. Doni dan Renald coba mengejar, namun Doni terjatuh dan mereka kehilangan jejak.

Belum bangkit berasal dari jatuhnya, sosok itu tiba-tiba terlihat di belakang Doni. Seketika Doni teriak dan menyuruh Renald untuk lari menjauh.

Doni : Lari Renald cepat

Secepat kilat, sosok itu menancapkan pisau ke punggung Doni. Darah segar mengalir. Renald terlihat bingung dan langsung berlari. Langkahnya makin masuk ke didalam hutan. Sejurus kemudian teriakannya menggema kemudian lenyap.

Contoh Skenario Film Pendek Sedih

Judul : Cerita Sari

Tema : Kisah Hidup Istri

Pemeran : 4 orang (Sari, Tini, Agus)

Alur Cerita :

Sari adalah seorang wanita yang mengalah untuk jadi tulang punggung keluarga. Terbiasa hidup mandiri tanpa pertolongan orang tua, apalagi dikala ada problem bersama dengan perlakuan suami.

Skenario naskah film pendek sedih:

Scene 1 Rumah Sari – Sore Menjelang Malam

Riuh tawa sang anak sebabkan kondisi tempat tinggal kala itu terlihat benar-benar bahagia. Sebuah kehangatan berasal dari suami istri dan anak laki laki yang lucu. Sari masih bergurau bersama dengan sang anak dikala Agus (suaminya) datang.

Agus : Bu, aku berhenti kerja.

Sari yang terkaget hanya diam, masih menunggu penjelasan apa yang dimaksud oleh suaminya itu.

Agus : Aku cape tiap hari disuruh lembur, sedangkan yang lain tidak. Kapan aku bisa hidup enak, gaji gede. Yang tersedia aku Cuma kerja lembur terus.

Sari : Bersyukurlah masih punyai pekerjaan, banyak yang tidak seberuntung kita.

Agus mulai bosan bersama dengan bhs istrinya kecuali mengeluh perihal pekerjaan. Keinginannya hanya rela hidup enak, gaji besar, dan kerjaan yang tidak berat.

Sari : Lalu bagaimana bersama dengan anak kita? (Mencoba melacak kepastian)

Agus : Kan anda kerja, punyai gaji kenapa bingung? (Sambil berlalu pergi, merokok di beranda rumah)

Scene 2 Teras Rumah – Pagi Hari

Sari : Aku nganter anak kita dulu ke tempat tinggal bulek, sekalian berangkat kerja. Tolong nanti jemuran diangkat ya kecuali hujan. (Sambil mencium tangan Agus dan berlalu bersama dengan sepeda motornya)

Agus hanya mengangguk tanpa berbicara apapun. Pagi itu sebelum berangkat kerja Sari sudah memasak, mencuci, bersihkan rumah. Agus mulai hari ini nganggur di rumah, jadilah Sari yang bekerja seorang diri.

Scene 3 Rumah Tini (Bulek) – Sore Hari

Sari pulang kerja dan menjemput anaknya yang diasuh oleh bulek.

Tini : Apa benar Agus gak kerja lagi? Lalu gimana anda menghidupi anakmu?

Sari : Iya bulek, aku saat ini kerja sendiri. Menghidupi anak dan suami.

Tini tidak melanjutkan kata-katanya dan Sari pamit pulang.

Scene 4 Rumah Sari – Sore Hari

Sari hingga tempat tinggal bersama dengan menggendong anaknya. Begitu masuk melihat Agus tidur bersama dengan TV masih menyala. Jemuran tidak diangkat walau tadi sempat hujan, jadilah baju jadi basah lagi. Sari coba membangunkan Agus.

Sari : Mas, ayo bangun sudah rela magrib. Itu jemuran kok tadi tidak diangkat padahal hujan jadinya basah lagi.

Agus : (Masih malas) Mana aku jelas kecuali hujan, basah ya jemur lagi. Gitu aja kok repot.

Kemudian Agus bangun.

Agus : Mana ATM kamu, sini aku yang pegang. Aku kepala keluarga jadi aku yang berhak atas uangmu.

Sari : Jangan dibawa ATM-nya, aku memberikan uang saku saja. Banyak kebutuhan yang perlu aku penuhi. Kebutuhan anak kita terhitung banyak.

Agus : Kamu gak rela nurut sama suami, pokoknya seluruh uang anda aku yang pegang.

Sari menunduk sambil meletakkan anaknya di kasur.

Scene 5 Rumah Sari – Pagi Hari

Sudah sebagian hari Agus tidak bekerja sama sekali. Setiap hari hanya tidur dan menyaksikan TV, apalagi pekerjaan tempat tinggal pun tidak rela membantu. Sari sudah mulai kewalahan karena uang terhitung dipegang oleh Agus, hingga pagi ini Sari memberanikan diri berbicara bersama dengan Agus.

Sari : Mas, aku perlu uang membuat membeli dan beli keperluan bayi.

Agus : Ini aku kasih (Sambil mengimbuhkan uang 50 ribu)

Sari : Tidak cukup mas, harga popok saja lebih berasal dari ini.

Agus : Aku tidak rela jelas pokoknya itu yang anda belanjakan.

Semakin hari perlakukan Agus makin menjadi-jadi. Sari perlu kerja tiap-tiap hari mencukupi hidup anak dan suaminya. Hingga suatu dikala pertengkaran tidak bisa dihindarkan. Sari dipukul di depan anaknya hingga jatuh, tidak bisa membalas hanya menangis sesenggukan.

Scene 6 Rumah Sari – Malam Hari

Tini : Sari, anda di rumah? (Memanggil Sari)

Sari : Iya bulek. (Berlari ke depan sambil menggendong anaknya)

Tini kaget bersama dengan kondisi Sari yang lebam-lebam. Bertanyalah apa yang terjadi. Sari cerita apa adanya perihal apa yang dialaminya.

Tini : Di mana Agus sekarang?

Sari : Keluar entah kemana.

Tiba-tiba telephone berbunyi. Sari terima panggilan itu, terdengar orang berbicara. Sari terdiam.

Tini : Kenapa?

Sari : Mas Agus kecelakaan (tangis sari pecah)

Contoh Skenario Film Pendek Cinta Segitiga Romantis

Judul : Kamu Bukan Dia

Tema : Cinta segitiga

Jumlah pemeran : 3 orang (Vektor, Nissya, Rheima)

Alur cerita :

Vektor dan Nissya adalah sepasang kekasih yang sudah cukup lama bersama. Sebagai cowok yang diidolakan di kampusnya, lumrah kecuali Vektor banyak dilirik cewek. Salah satunya adalah Rheima, cewek cantik yang coba memikat Vektor. Di mana hati Vektor tertaut?

Naskah fim pendek cinta segitiga

Scene 1 Kamar Vektor – Pagi Hari

Hari ini Vektor tidak tersedia jadwal kuliah, dia merencanakan mengajak Nissya jalan-jalan. Vektor coba menghubungi Nissya melalui telepon.

Vektor : Selamat pagi sayang, anda sedang apa?

Nissya : Pagi juga, baru matang membuat sarapan.

Vektor : Sayang, nanti sore kita jalan yuk, anda gak tersedia jadwal kuliah kan hari ini?

Nissya : Aku kosong sih. Oke deh nanti jemput aku ya jam 4 sore. Jangan telat.

Vektor : Laksanakan, I love you! (Tersenyum senang dan menutup telepon).

Scene 2 Rumah Nissya – Sore Hari

Sesuai janjinya, Vektor menjemput Nissya pas jam 4 sore. Nissya terlihat tempat tinggal dan siap untuk jalan.

Nissya : Ganteng deh, jemput on time. (Sambil senyum, memakai helm)

Vektor : Pasti dong, sudah siap, kita berangkat! (Sambil menyalakan mesin motor)

Nissya mengangguk seraya naik ke motor Vektor. Mereka pun berangkat.

Scene 3 Taman Kota – Sore Hari

Vektor : Sayang, kita duduk di sini dulu ya sambil beli minum di kafe.

Nissya : Oke yuk! (Sambil menggandeng tangan Vektor)

Mereka menuju kafe yang tersedia di segi barat taman. Setelah memesan minum mereka ngobrol seputar aktivitas harian mereka.

Nissya : Sayang, foto di depan itu yuk, kayaknya bagus. (Sambil menunjuk spot foto di taman)

Vektor : Ayo aku fotoin!

Nissya antusias mengambil sebagian foto bersama dengan background sunset yang indah. Tidak lupa mereka mengabadikan foto berdua juga. Setelah senang berfoto, mereka melanjutkan jalan-jalan berkeliling taman.

Vektor : Kamu besok kuliah jam berapa?

Nissya : Aku tersedia kuliah jam 9 pagi, kecuali kamu?

Vektor : Kelasku siang jam 11.

Saat asyik ngobrol, tiba-tiba tersedia cewek yang berkunjung menyapa.

Rheima : Vektor, hai…kamu di sini? Lagi ngapain?

Vektor : (Tampak bingung) Ohh hai, ini aku baru jalan-jalan.

Rheima : (Memandang Nissya) Ini siapa?

Nissya : Nissya, pacarnya Vektor. (Sambil mengulurkan tangan)

Rheima : Tunggu-tunggu, anda bilang pacar? Vektor apa maksudnya kecuali dia pacar kamu.

Vektor kebingungan, sedangkan Nissya menatap Vektor penuh isyarat tanya. Rheima terlihat marah dan menatap tajam ke arah Vektor.

Vektor : Rheima, iya sesungguhnya benar Nissya adalah pacar aku. Sudah lebih berasal dari 3 th. aku bersama dengan dia. (Sambil memegang tangan Nissya)

Rheima : Lalu bilang sama dia siapa aku!

Vektor : (Masih memegang tangan Nissya) Sayang, maafkan aku. 1 minggu ini aku jadian sama Rheima. Dia teman sekampusku.

Nissya : (Menarik tangannya) Ohh jadi begitu anda di belakangku! Pantas saja seminggu ini anda jarang hubungi aku dan ada problem dicari.

Vektor : Sayang, tolong maafkan aku. Aku sudah nyakitin dan hianati kamu. Aku bersalah. (Sambil coba memegang tangan NIsya)

Nissya : Kalau aku maafin kamu, anda perlu putusin cewek ini saat ini juga. Kamu bisa?

Rheima : (Merasa tidak terima) Ehh anda jangan asal main perintah ya! Aku terhitung pacar Vektor, kenapa anda maksa? Tanya Vektor pilih siapa, aku atau kamu!

Nissya : Oke kecuali itu rela kamu. (Menatap Vektor). Sekarang anda pilih, siapa orang yang benar-benar anda cintai? Aku terima apa-pun keputusanmu.

Vektor : Orang yang aku cintai dan orang yang paling baik untukku adalah Nissya. Aku pilih anda Nissya. Kamu sudah nemenin aku selama lebih berasal dari 3 tahun. Jatuh bangun anda tersedia di sampingku, senang duka kita lalui berdua. Aku tidak rela menyia-nyiakan kamu, aku sayang kamu.

Nissya menitikkan air mata, sedangkan Rhiema terlihat mencegah amarah.

Vektor : (Menatap Rhiema) Rhiema, maafin aku ya. Kita baru 1 minggu menjalin hubungan, kita belum jauh berjalan. Mungkin rasaku ke anda terhitung bukan rasa cinta. Aku minta maaf, kita akhiri hubungan kita di sini ya. Sekali lagi maafin.

Rhiema : Kamu jahat Vektor! Jahat! Kamu tega lakukan ini.

Rhiema berlari meninggalkan Vektor dan Nissya sambil mencegah amarahnya.

Vektor : Sayang, maafkan aku ya. Aku jelas anda kecewa, namun aku janji hal ini tidak bakal terulang lagi. Aku bakal jaga anda dan tetap bersamamu. Maafkan aku.

Nissya : Iya, aku maafkan. Aku yakin pada janjimu. Tapi kecuali anda ingkari, anda bakal kehilangan aku.

Vektor : Pasti sayang, aku janji jaga kamu. Makasih ya, aku sayang kamu.

Putri : Aku terhitung sayang kamu.

Berdua bergandengan tangan, menebarkan senyum. Dalam hati Vektor mulai lega karena sudah menghentikan cinta segitiga ini. Hati mereka masih terpaut dan berjanji untuk terus bersama.

Contoh Skenario Film Pendek Keluarga

Judul : Keluarga Kecil Mentariku

Tokoh :

Tokoh Tambahan :

Sinopsis Contoh Skenario Film Pendek :

Film ini bercerita perihal kehidupan keluarga yang mengalami keterpurukan ekonomi. Dea adalah seorang remaja yang punyai tanggung jawab besar pada keluarganya. Sejak ibunya meninggal dunia. Dea perlu merawat dua adiknya.

Ayah Dea terhitung dipecat berasal dari perusahaan area sang papa bekerja sudah sejak 3 bulan lalu. Sejak kala itulah Dea perlu memutar otak sehingga bisa mencukupi kebutuhan keluarganya. Kondisi selanjutnya diperparah bersama dengan ayahnya yang sakit.

Dalam kondisi yang serba kekurangan, Dea tidak dulu menyalahkan Tuhan dan berpikiran ini adalah ujian sehingga ia lebih kuat dan tegar merintis hidup. Tetapi suatu dikala Dea selanjutnya terjun ke dunia kriminal akibat himpitan ekonomi.

Akibat ketetapan Dea tersebut, justru menyebabkan masalah baru bagi keluarga Dea. Ujian kehidupan yang dialami Dea,pasti bakal berlalu karena Tuhan mengimbuhkan ujian tidak melebihi kemampuan hamba-Nya. Dea sempat salah menyikapi ujian selanjutnya namun setelah ujian tentu bakal tersedia kebahagiaan.

Naskah Contoh Skenario Film Pendek :

INT. Rumah Dea pada siang hari

Ayah Dea terlihat sedang terbaring karena sakit. Kondisi selanjutnya sebabkan Dea tak tega meninggalkan ayahnya di tempat tinggal sehingga Dea memutuskan tidak jadi berangkat ke sekolah.

Dea : Lala, Geri…Tolong kalian jagain papa sebentar ya. Kakak rela membeli makanan untuk kita (sambil mengompres kepala sang ayah)

Lala : Iya Kak, namun Kakak jangan lama-lama ya…

Geri : Iya Kak, namun Kakak tidak masuk sekolah?

Dea : Iya dek. Kakak tidak lama kok. Hari ini kakak tidak masuk sekolah dulu karena inginkan merawat papa di tempat tinggal (sambil tersenyum dan beranjak meninggalkan kamar)

EXT. Depan tempat tinggal Dea pada siang hari

Tiba-tiba Geri mengejar Dea sambil membawa surat berasal dari sekolahnya

Geri : Kak tunggu…Ini Kak tersedia surat berasal dari sekolah. Tadi aku lupa rela mengimbuhkan ke Kakak. Kata bu guru, uang SPP perlu langsung dilunasi karena sebentar lagi ujian Kak. Kalau tidak membayar nanti aku tidak bisa turut ujian. Aku tidak tega mengimbuhkan surat ini ke Ayah.

Dea : (Sambil pura-pura tersenyum ke Geri) Tenang aja dek. Kamu tidak usah khawatir. Nanti Kakak carikan uang sehingga anda tetap bisa mengikuti ujian. Kamu tetap belajar yang rajin ya tidak usah berkhayal masalah biaya.

Geri : Beneran Kak? Aku masuk dulu ya Kak (tersenyum bersemangat).

Dea : Iya Dek (sambil melihat dan berlangsung terlihat rumah)

EXT. Di sebuah jalan kala siang hari

Pada suatu siang yang terik, Dea berlangsung bersama dengan tatapan kosong. Dea masih terus berpikir langkah beroleh uang untuk membayar SPP Geri.

Dea : Ya Allah, aku perlu melacak uang kemana lagi? (dengan muka memelas sambil melihat ke langit)

Saat itu Dea melihat Deta dan Windy yang duduk enjoy sambil membuka dompet yang berisi banyak uang.

Windy : Dea…

Dea : Iya Win, tersedia apa? (mendekati Windy)

Deta : Kamu kenapa Dea kok wajahmu terlihat kusut?

Dea : Tidak apa-apa kok Det (sambil tersenyum).

Windy : De, tidak perlu sungkan sama kita. Aku jelas anda lagi perlu uang kan? Ini aku tersedia sedikit uang. Ambil saja untuk keperluanmu.

Deta : Ini terhitung tersedia sedikit uang untuk anda De.

Dea : Ini kalian beneran? Ya Ampun, terimakasih ya (wajah terharu)

Windy : Kalau anda perlu uang banyak, turut kerja saja sama aku, gimana ?

Dea : Nanti aku peduli lagi ya ( sambil berlangsung meninggalkan Deta dan Windy)

EXT. Teras tempat tinggal Dea pada sore hari

Dalam hati Dea berbicara “ perlu cari uang yang banyak sehingga bisa membiayai sekolah Lala dan Geri. Tiba-tiba Dea teringat perkataan Windy yang mengajaknya untuk bekerja.

Dea : Wiinn…(nada keras)

Windy : (Menengok dan mendekati Dea) Ada apa De?

Dea : Kerja yang anda tawarkan tempo hari jadi apa ya? Aku masih boleh ikut?

Windy : Boleh De bersama dengan senang hati. Kerjanya jadi pencopet.

Dea : Hah? Jadi pencopet? Itu kan dosa besar!

Windy : Hari gini mikirin dosa De. Kita perlu lebih berkhayal kebutuhan, kecuali dosa pikir belakangan saja. Kamu lagi perlu uang kan?

Dea : Iya terhitung sih Win.

Windy : Tidak usah bingung. Besok anda turut aku saja.

Dea : Yaudah deh aku coba.

Dea dan Windy tidak jelas bahwa Geri sudah mendengar obrolan mereka di dekat pintu.

EXT Di sebuah jalan kala sore hari

Sore hari jalan terlihat sepi dan hanya tersedia seorang perempuan yang berlangsung sepulang kuliah. Perempuan itu terlihat polos dan ternyata jadi obyek yang mudah bagi Windy dan teman-teman.

Windy : Itu tersedia target, ayo gerak !

Kemudian Windy, Dea dan Deta berbisik saling membagi tugas. Kemudian mereka berpura-pura seolah sedang berlangsung sambil bercanda selanjutnya menabrak perempuan selanjutnya hingga bukunya terjatuh.

Dea : Maaf mbak aku tidak sengaja.

Windy : (Membereskan buku si korban)

Seketika itu Deta selanjutnya berkunjung dan langsung merogoh tas si korban yang terlihat terbuka tanpa sepengetahuan si korban. Sesudah dompet dan handphone berhasil diambil alih oleh Deta, mereka bertiga langsung pergi meninggalkan korban.

EXT. Sebuah taman komplek kala sore menjelang malam

Deta dan Windy terlihat sedang menghitung uang berasal dari dompet korban sambil memegang handphone mahal si korban. Tetapi Dea justru nampak murung dan menyesal.

Deta : Setelah mengajak Dea, kita bisa untungkan lebih besar. Hanya didalam sebagian menit kita bisa mendapat banyak uang.

Windy : De, anda kenapa? Sudah tenang saja tidak usah mikirin uang lagi. Penghasilan kita hari ini sepenuhnya membuat anda saja.

Dea : Buat aku semuanya? (kaget)

Windy : Iya, sudah pulang dulu sana.

Dea : Yaudah aku pulang dulu. Terimakasih ya.

Ternyata Geri sudah mengawasi kakaknya. Hal ini sebabkan Geri marah dan memukul pohon.

INT. area tamu Dea kala malam hari

Geri sudah menceritakan seluruh tingkah laku Dea kepada ayahnya. Geri, Lala dan Ayah duduk di ruang tamu menunggu Dea pulang.

Dea : Assalamualaikum. Kakak pulang…

Ayah : Sini anda duduk De. (dengan muka kesal dan mencegah sakit)

Dea : Ada apa Ayah? (wajah bingung). Geri, ini uang SPPnya membuat anda sehingga anda bisa turut ujian.

Ayah : Lala,main di kamar dulu ya nak.

Lala : Iya Ayah

Geri : Geri tidak rela terima uang ini Kak. Seharusnya Kakak tidak perlu layaknya itu (nada kesal)

Ayah : Ayah kecewa sama anda De. Geri saja jelas mana yang baik dan yang tidak.

Dea : Maksud Ayah apa? Dea mengupayakan menolong adik-adik.

Ayah : Sudah Dea, lebih baik Geri tidak turut ujian dan kita kelaparan daripada anda perlu berbuat tercela. Kembalikan barang-barang itu ke pemiliknya.

Dea : Tapi yah…(sambil menangis dan mulai jelas kesalahannya)

Ayah : Kamu tidak usah berkhayal kebutuhan kita, Ayah mendapat panggilan kerja. Maafkan Ayah yang sudah jadi pengangguran hingga anda perlu jadi tulang punggung. Jangan mengulangi tingkah laku bodoh itu lagi. Itu berdosa besar.

EXT. Di sebuah jalan kala sore hari

Saat masih memakai seragam sepulang sekolah, Dea menunggu korban yang dulu ia jahati. Dea merencanakan mengembalikan barang-barang milik korban.

Dea : Maaf mbak, aku inginkan mengembalikan ini ke mbak. Ini punyai mbak kan? (menyodorkan dompet dan handphone)

Korban : Kenapa anda kembalikan? Bukankah anda lebih membutuhkannya? (tersenyum)

Dea : Maafkan aku mbak. Saya salah sudah berbuat jahat kepada mbak.

Korban : Saya sudah ikhlas dan tidak mempermasalahkannya. Saya jelas bisa saja anda lebih membutuhkannya. Tapi aku terima maaf darimu.

Dea : Terima kasih ya mbak. Tolong terima barang-barang ini.

Sekian, contoh naskah film pendekContoh Skenario Film Pendek yang coba dijabarkan di atas, bisa jadi pembelajaran khususnya untuk konten kreator ataupun Youtuber Indonesia untuk memulai debutnya.

Untuk setelah itu bakal di sediakan : contoh skenario film pendek dokumenter serta contoh skenario film pendek naskah drama persahabatan & cinta segitiga yang romantis bersama dengan script dan sinopsis yang dibukukan, cocok?