Contoh Proposal PKM Kewirausahaan

Contoh Proposal PKM Kewirausahaan Sederhana

Contoh Proposal PKM Kewirausahaan

JUDUL PROGRAM

KEBONSANAK (Kerupuk Bonggol Pisang Anak Kreatif) Sebagai Inovasi Baru Membuka Peluang Usaha di Masyarakat Kota Jambi

BIDANG KEGIATAN:

PKM KEWIRAUSAHAAN

Diusulkan Oleh:

Uma Siyam Syamsiar Sari (F1C116004) Angkatan Tia Fenny Gustriana (F1C116008) Angkatan Roza Indah Wibisono (F1C116034) Angkatan UNIVERSITAS JAMBI

RINGKASAN Contoh Proposal PKM Kewirausahaan

Budaya masyarakat kami yang konsumtif, terhitung dalan hal makanan kecil memberikan kesempatan kepada kami untuk menciptakan sebuah usaha kuliner. Setelah lakukan pengamatan di lingkungan di mana kami tinggal, maka salah satu usaha kuliner yang berpeluang untuk sanggup berkembang di daerah daerah tinggal kami adalah usaha KEBONSANAK (Kerupuk Bonggol pisang anak kreatif). Bonggol pisang kepok merupakan bahan dasar untuk pembuatan kerupuk bonsanak ini. Bongol pisang punyai vitamin yang tinggi dan terhitung banyak khasiatnya bagi kesehatan tubuh kila. Sebenamya usaha ini bukanlah merupakan sebuah usaha yang baru di indonesia, tetapi dengan ada keunikan produk yang kami tawarkan ini, maka kami percaya bahwa usaha ini punyai kesempatan besar untuk sanggup berkembang dengan baik di daerah Jambi.

Banyak segi yang kudu diperhatikan untuk memajukan KEBONSANAK (Kerupuk Bonggol pisang anak kreatif) ini. Faktor mutlak yang kudu diperhatikan untul sanggup memajukan usaha ini pada lain adalah pemilihan lokasi yang tepat, kiat pemasaran yang bagus, pemilihan harga yang yang terjangkau masyarakat. Semua segi di atas kecuali sanggup direncanakan dengan baik, maka dapat sanggup sebabkan usaha kerupuk ini berkembang dengan baik. Untuk itu, kudu dibikin suatu planning usaha (business plan) sebagai acuan dalam merlalarkan usaha kerupuk ini.

BAB I

PENDAHULUAN Contoh Proposal PKM Kewirausahaan

Kebutuhan dapat bahan makanan bersamaan kala terus mengalami peningkatan. Hal ini karena pertambahan masyarakat yang makin lama banyak, kala itu tidak sanggup diimbangi dengan peningkatan sumber pangan. Berangkat dari hal tersebut kami coba berinovasi dengan manfaatkan bonggol pisang sebagai alternative bahan pangan. Umumnya bagian yang dimanfaatkan dari tanaman pisang adalah buahnya, kala bagian lainnya masih belum dimaksimalkan pemanfaatannya. Salah satunya adalah bonggol pisang. Kandungan karbohidrat tergolong tinggi, lebih-lebih lebih tinggi dari jagung. Sehingga sesuai digunakan sebagai bahan pangan alternative pengganti jagung, lebih-lebih nasi sekalipun. Minoritas masyarakat di Jawa biasa memproduksi bonggol pisang dengan merebusnya, pastinya hal ini cuma dapat memenuhi keperluan perut semata dan tidak berharga jual. Kami berupaya mengembangkan potensi dari bonggol pisang agar punyai nilai jual yang lumayan, dengan mengembangkan dan mengolahnya sedemikian rupa.

Secara tidak segera kami terhitung ikut menunjang program pemerintah di bidang pangan, yaitu diversifikasi pangan. Diversifikasi pangan adalah peningkatan keragaman bahan pangan yang kala ini sedang direalisasikan oleh pemerintah Indonesia karena keberagaman pangan amat baik untuk kesehatan. Terdapat banyak pilihan makanan pokok selain nasi. Indonesia kala ini berada peringkat tertinggi negara yang mengonsumsi beras, mengalahkan Malaysia dan Thailand yang notabene makanan pokoknya adalah nasi. Sehingga Menteri Pertanian menyarankan agar rakyat Indonesia mengonsumsi makanan pokok secukupnya untuk memenuhi keperluan karbohidrat dan tingkatkan asupan sayur maupun buah. Diharapkan tipe usaha kami rencanakan ini sanggup menunjang usaha pemerintah dalam menerapkan diversifikasi pangan bagi masyarakat Indonesia.

Kami merancang usaha kerupuk bongol pisang khas Jambi. Usaha bonggol pisang rasa pedas ini punyai kesempatan yang cukup menjanjikan dan mudah dikelola. Selain itu,bahan bakunya mudah diperoleh dan harga bahan tambahan yang relative tidak mahal jadi segi yang merubah kesinambungan memproduksi kerupuk bonggol pisang rasa pedas.

Produk olahan bonggol pisang ini kami beri merek “KEBONSANAK (Kerupuk Bonggol pisang anak kreatif)” dengan nama yang menarik ini sanggup lebih menyebabkan ketertarikan khalayak terhadap produk olahan kami dan sekaligus menjadikan kerupuk jadi makanan khas provinsi Jambi.

1. Bagaimana menciptakan suatu alternative makanan yang diproduksi dengan cara modern tetapi selamanya sanggup memenuhi keperluan gizi terutama untuk generasi muda ?
2. Bagaimana memproduksi bahan mentah ?
3. Bagaimana memberikan harga yang sesuai dengan kapabilitas generasi muda secara lazim ?

Adapun tujuan dari Contoh Proposal PKM Kewirausahaan ini adalah :

1. Memperoleh keuntungan
2. Menambah relasi di lingkungan universitas dan masyarakt luar
3. Sebagai lahan eksperimen berbisnis ditengah banyaknya pengangguran yang berijazah
4. Memberikan nilai malah terhadap bonggol pisng sebagai wujud variasi makanan baru
5. Mengenalkan bonggol pisang keberbgagai kalangan,bahwa bonggol pisang terhitung sanggup dimodifikasi jadi makanan dan sumber pendapatan
6. Memberikan variasi makanan baru bagi generasi muda dengan selamanya mencukuoi asupan gizi

Adapun faedah dari program kewirausahaan ini adalah :

1. Menumbuhkan motivasi inovasi dari mahasiswa dalam berwirausaha
2. Memberikan feedback bagi universitas untuk jelas kapabilitas mahasiswa dalam berkarya
3. Melatih mahasiswa dalam berwirausaha serta pengembangan minat dan bakat
4. Pembukaan lapangan kerja baru bagi masyarakat
5. Mengurangi ada pengangguran yang bertebaran di Indonesia

Produk yang dihasilkan dari usaha kerupuk bonsanak ini adalah usaha makanan mudah yang punyai nilai lebih dari limbah serta sanggup disukai oleh masyarakat luas. Serta sebabkan rasa KEBONSANAK dengan berbagai sesuai pemesanan konsumen.

Bonggol pisang kapok ini punyai takaran vitamin B1 dan C, kalori, protein, karbohidrat, mineral, dan bebas takaran lemak yang sanggup membuat sembuh berbagai macam penyakit layaknya disentri, pendarahan usus, amandel dan memperbaiki perkembangan dan menghitamkan rambut. Dan khasiat yang paling lazim adalah sanggup melancarkan pencernaan.

BAB II

GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA Contoh Proposal PKM Kewirausahaan

Pisang adalah tumbuhan yang berasal dari kawasan Asia Tenggara (termasuk Indonesia). Tumbuhan pisang sesudah itu menyebar ke Afrika (Madagaskar), Amerika Selatan dan Amerika Tengah. Iklim tropis dan keadaan tanah yang banyak mempunyai kandungan humus sebabkan tumbuhan pisang amat sesuai dan tersebar luas di Indonesia. Saat ini, hampir semua lokasi Indonesia merupakan daerah penghasil pisang. Tumbuhan pisang banyak terdapat dan tumbuh didaerah tropis maupun subtropis, (Nuramanah, 2012).

Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang dikenal sebagai produsen pisang dunia. Indonesia telah memproduksi sebanyak 6,20 persen dari keseluruhan memproduksi dunia, 50 persen memproduksi pisang Asia berasal dari Indonesia (Satuhu dan Supriyadi, 2008). Menurut Rismunandar (1981), tanaman pisang merupakan suatu tumbuhan yang dari akar sampai daunnya sanggup digunakan dan dimanfaatkan oleh manusia. Pisang kepok (Musa paradisiaca forma typica) merupakan tipe pisang olahan yang paling kerap diolah terutama dalam olahan pisang goreng dalam berbagai variasi, amat sesuai diolah jadi keripik, buah dalam sirup, aneka olahan tradisional, dan tepung. Pisang diketahui mempunyai kandungan gizi tinggi dan sebagai sumber vitamin, mineral dan terhitung karbohidrat. Kandungan nutrisi lainnya layaknya serat dan vitamin dalam buah pisang layaknya vitamin A, B, dan C, sanggup menunjang memperlancar sistem metabolisme tubuh, tingkatkan daya tahan tubuh dari radikal bebas. Serta melindungi keadaan selamanya kenyang dalam kala lama.

Menurut Prabawati dkk., (2008), pisang kepok punyai kulit yang amat tidak tipis dengan warna kuning kehijauan dan kadang bernoda cokelat, serta daging buahnya manis. Pisang kepok tumbuh terhadap suhu optimum untuk pertumbuhannya sekitar 27 °C dan suhu maksimum 38 °C. Bentuk buah pisang kepok agak gepeng dan bersegi. Ukuran buahnya kecil, panjangnya cm dan beratnya gram. Pisang kepok punyai warna daging buah putih dan kuning.

Semua bagian tanaman pisang terasa dari akar sampai daun punyai banyak manfaat, terutama yang banyak dikonsumsi masyarakat adalah buahnya. Sedangkan bagian tanaman pisang yang lain, yaitu jantung, batang, kulit buah, dan bonggol jarang dimanfaatkan dan dibuang begitu saja jadi limbah pisang. Batang pisang sanggup digunakan sebagai bahan dasar kertas daur ulang, bahan anyaman kerajinan, dan pakan ternak. Jantung pisang sanggup digunakan sebagai bahan makanan layaknya dendeng jantung pisang. Kulit pisang sanggup dimanfaatkan sebagai produk olahan makanan, layaknya nata dan roti. Bagian bonggol pisang terhitung bermanfaat sebagai bahan baku obat, yaitu sanggup membuat sembuh penyakit disentri, pendarahan usus, obat kumur serta untuk memperbaiki perkembangan dan menghitamkan rambut (Rosdiana 2009). Bonggol pisang ternyata mempunyai kandungan gizi yang cukup tinggi dengan komposisi yang lengkap. Bonggol pisang mempunyai kandungan karbohidrat (66%), protein, air, dan mineral-mineral penting. Bonggol pisang mempunyai takaran pati 45,4% dan takaran protein 4,35% (Munadjim, 1983).

Produk olahan dari bonggol pisang yang banyak beredar di pasaran kala ini, adalah kripik bonggol pisang. Mengingat tingginya takaran yang terdapat terhadap bonggol pisang, maka kudu ditingkatkan lagi pemakaian produk-produk baru yang berbahan dasar bonggol pisang, layaknya pembuatan kerupuk dari bonggol pisang yang mempunyai kandungan serat tinggi sebagai pengganti kerupuk udang yang harganya tinggi di pasaran (Wulandari dkk, 2009).

Bonggol (corm) pisang atau batang pisang bagian bawah merupakan limbah tanaman pisang yang belum termanfaatkan secara optimal. Bonggol pisang merupakan bagian yang paling jarang dimanfaatkan, lebih-lebih untuk dikonsumsi. Selama ini masyarakat menggunakannya sebagai bahan makanan ternak untuk pembuatan pupuk K dan sabun dengan cara dibakar sampai jadi abu. Air bonggol pisang sanggup dimanfaatkan untuk membuat sembuh berbagai macam penyakit, layaknya disentri, pendarahan usus, amandel serta sanggup memperbaiki perkembangan dan menghitamkan rambut. Tapi banyak sekali bonggol pisang dibuang begitu saja dan jadi limbah, padahal bonggol pisang sanggup dimafaatkan 100% untuk konsumsi, yang berarti semua bagiannya sanggup dimakan. Bonggol pisang belum dimanfaatkan oleh masyarakat desa secara optimal sebagai komoditi yang punyai nilai lebih, padahal bonggol pisang mempunyai kandungan karbohidrat yang cukup tinggi. Menurut Hasil penelitian tunjukkan komposisi bonggol pisang meliputi : 76% pati, 20% air. Dalam 100 gram bahan bonggol pisang kering mempunyai kandungan karbohidrat 11,6 gram (Yuanita dkk. 2008.). Menurut Purwati bonggol pisang mempunyai kandungan mineral (3,10%), lemak (38,97%), protein (3,19%), karbohidrat (50,12%), kalori dan serat (2,96%). Jadi selain bonggol pisang punyai nilai gizi yang tinggi terhitung dapat melengkapi penganekaragaman bahan pangan serta mengembangkan pemakaian bahan makanan tradisional. Dari segi takaran gizinya, bonggol pisang punyai takaran serat dan kalsium yang cukup tinggi, agar sanggup jadi sumber serat dan kalsium alternatif. Kandungan karbohidrat yang tinggi pun jadi sebuah kelebihan bagi bonggol pisang karena sanggup jadi bahan subtitusi bagi beras, lebih-lebih ditunjang dengan kalori yang besar agar sanggup jadi sumber daya bagi para konsumennya. Bonggol pisang selain kaya serat, terhitung sanggup memperlancar pencernaan dan mengurangi sembelit.

Namun, di balik cap-nya sebagai ‘limbah’, batang pisang bagian bawah ini

ternyata mempunyai kandungan gizi yang cukup tinggi dengan komposisi yang lengkap. Dalam 100 gram bonggol pisang basah terdapat 43,0 kalori, 0,36 g protein, 11,60 g karbohidrat, 86,0 g air, sebagian mineral layaknya Ca, P dan Fe, vitamin B1 dan C, serta bebas takaran lemak (Rukmana, 2005). Secara lengkap, takaran gizi dalam bonggol pisang basah dan kering sanggup diamati terhadap tabel di bawah ini

NoKandungan giziBonggol basahBonggol kering1Kalori (kal)43.00245.002Protein (g)0.363.403Lemak (g)0.000.004Karbohidrat (g)11.6066.205Kalsium (mg)15.0060.006Fosfor (mg)60.00150.007Zat besi (mg)0.502.008Vitamin A (SI)0.000.009Vitamin B1 (mg)0.010.0410Vitamin C (mg)12.004.0011Air (g)86.0020.0012Bagian yang sanggup dimakan (%)100.00100.00Sebagai olahan pangan, selama ini bonggol pisang telah dimanfaatkan sebagai bahan sayuran, layaknya urap dan lalapan. Di Bali, secara tradisional bonggol pisang telah diolah jadi makanan bernama ‘tum’ atau pepes. Pengolahan jadi kerupuk merupakan alternatif dalam pemakaian bonggol pisang ini jadi bahan makanan.

Dilihat dari keseharian masyarakat terutama anak-anak dan remaja lebih-lebih anak kuliah banyak yang suka ngemil. Banyak cemilan yang dijual di pasaran tetapi tidak mempunyai kandungan vitamin dan nilai gizi yang tinggi dan banyak yang mempunyai kandungan zat kimia yang berbahaya. Ini sanggup sanggup mengganggu kesehatan terhadap umumnya. Contohnya sanggup sebabkan masalah pencernaan, layaknya mual, pusing diare dan sembelit. Dalam jangka panjang ini sanggup sebabkan kolesteol tinggi dan penyempitan pembulih darah.

Bonggol pisang banyak terbuang sia-sia, tak banyak pula di biarkan di tanah dan membusuk. Mudahnya di sanggup dan ketersediannya di alam yang melimpah sebabkan produk ini mudah untuk di bikin usaha. Yang paling menarik lagi bonggol pisang ini bukan berasal dari pohon pisang sembarangan, tetapi pohon pisang pilihan. Disini kami pilih bonggol pisang kepok sebagai bahan utamanya karena diketahui takaran pisang kapok yang baik dan terhitung rasa bonggol pisangnya yang tidak pahit.

Produk ini dapat di memproduksi setiap minggunya dengan kuantitas sekitar 700 bungkus.dalam satu bungkus berisi 200 gr. Kemasan yang dapat di manfaatkan adalah plastik yang higenis dengan diberi merek dan dan kemasan yang menarik. Harga kerupuk perkemasannya adalah Rp 1.000,00-. Rasa dominan kerupuk ini adalah rasa pedas karena rasa ini sanggup menggoyangkan lidah konsumen. Produksi kerupuk rasa pedas dapat berjalan selama empat bulan. Setelah itu dapat di bikin kerupuk dengan rasa yang baru.

Seperti yang telah dijelaskan di sebelumnya bahwa bonggol pisang punyai faedah yang banyak. Untuk itu produk ini punyai ini mempunyai bebenpa kelebihan pada lain:

1. Mengandung banyak khasiat untuk kesehatan
2. Bahannya yang mudah untuk di dapatkan dan tersedia melimpah di alam
3. Harga kerupuk yang di tawarkan amat terjangkau
4. Aman dikonsumsi bagi anak kecil karena tidak mempunyai kandungan bahan kimia.
5. Proses produksinya yang mudah untuk dilakukannya
6. Kemasannya yang unik
7. Rasanya yang lezat dan menggoyang lidah

Kerupuk bonggol ini selain sedap rasanya disukai banyak orang, terhitung amat bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita. Oleh karena itu tujuan pasar kami adalah semua kalangan baik umur tua maupun muda, pelajar, karyawan, mahasiswa, dan lain sebagainya. Untuk merealisasikannya, maka kami pilih lokasi outlet kami nantinya haruslah berdekatan dengan daerah keramaian dan kerap di lewati atau jadi akses bagi banyak orang.

Untuk menunjang sistem pemasaran, tersedia sebagian alternativ yang sanggup digunakan untuk mempromosikan produk ini, agar lebih dikenal oleh masyarakat. Media yang digunakan yaitu berwujud pamphlet, spanduk, hand to hand, serta promosi melalui fasilitas social layaknya facebook, bbm, twitter, instagram, youtube dan lain-lain.

KEBONSANAK merupakan usaha kecil yang cukup menjanjikan karena belum dulu tersedia sebelumnya di produkti terutama di kota Jambi. Pasar yang makin lama luas sebabkan memproduksi dan untungkan yang makin lama besar. Keberlanjutan usaha ini bergantung terhadap keberlanjutan produksi. Karena itu, selain menanggung mutu dan mutu makanan, kami terhitung menanggung keberlangsungan memproduksi kerupuk dengan melibatkan sebagian pekerja dalam sistem pembuatan, pengemasan, publikasi sampai pemasaran kerupuk. Sehingga produk ini dapat sanggup menyapu berbagai tenaga kerja yang tersedia di kota Jambi serta mengurangi pengangguran. Selain mengurangi pengangguran disini terhitung mengurangi limbah yang ada.

BAB III

METODE PELAKSANAAN

Pelaksanaan Contoh Proposal PKM Kewirausahaan ini dilakukan dengan cara mempraktekkan segera sebabkan kerupuk dengan cara sebagai berikut:

3.1 pengamatan Lingkungan

Sebagai awal dari penelitian suatu usaha hal yang pertama kudu dilakukan adalah lakukan pengamatan segera terhadap lingkungan sekitar kita. Tujuan dilakukannya pengamatan lingkungan ini untuk mencari kesempatan usaha yang bila nanti sanggup berkembang baik kedepannya.

Dari hasil pengamatan sanggup diamati dari keadaan sekitar lingkungan bahwa masyarakat banyak yang menyukai buah pisang untuk di jadikan olahan makanan sehari-hari. Ditambah banyaknya pohon pisang yang tersedia di sekitar pekarangan rumah, agar buah yang di hasilkannya pun melimpah. Tapi karena minimnya pengetahuan, pohon pisang yang di ambil cuma buahnya saja, yang lainya di buang percuma jadi limbah. Akibat tidak cukup mengenal dapat faedah limbah pisang salah satunya bonggol pisang yang kaya dapat protein. Untuk itu kami berupaya untuk manfaatkan limbah jadi sesuatu yang menghasilkan produk yang bermanfaat. Hal ini bisa saja sanggup mendorong berkembangnya usaha kerupuk bonggol pisang di daerah kota Jambi. Oleh karena itu kami coba untuk sebabkan suatu usaha yaitu usaha kerupuk.

3.2 pembuatan Planing Usaha

Langkah setelah itu sehabis didapatkan ide untuk mendirikan suatu usaha adalah sebabkan planning usaha. Di dalam planning usaha disini dapat di jelaskan berkenaan latar belakang usaha, tipe usaha, lokasi usaha, kiat pemasaran, sumber dana, etimasi biaya yang diperlukan, penerimaan, dan keuntungan yang dapat di dapatkan. Disamping itu, terhitung di cantumkan analisa kelayakan uasaha yang dapat di jalannkan.

3.3 Strategi Usaha

Strategi pemasaran yang dapat di manfaatkan adalah:

1. Membuat kerupuk dengan kemasan yang menarik dan rasa yang lezat
2. Menjual produk dengan harga terjangkau sesuai kantong masyarakat.
3. Menyebarkan brosur berkenaan faedah dan takaran dari bonggol pisang yang selama ini di buang sia-sia.
4. Menawarkan produk via online dan terhitung secara segera kepada semua kalangan masyarakat.

3.4 Persiapan Usaha

Persiapan usaha yang dimaksud disini adalah menyiapkan segala peralatan yang dibutuhkan untuk memulai usaha kerupuk danmerencanakan pemasaran produk

3.5 Alat dan Bahan

Percobaan ini manfaatkan berbagai bahan dan alat, yang terpenting bahan yang digunakan dalam pembuatan kerupuk ini tidak mempunyai kandungan bahan kimia yang berbahaya yang berwujud adiktif.

* Pisau
* Kompor gas
* Baskom
* Sendok
* Pemarut
* Gilingan batu

* Bonggol pisang
* Tepung terigu
* Tepung sagu
* Bawang merah
* Bawang putih
* Ketumbar
* Kemiri
* Garam
* Air
* Minyak
* Daun pisang
* Perasa pedas

3.6 Memulai Usaha

Setelah semua persiapan di atas dilakukan dengan baik, barulah usaha kerupuk ini sanggup dimulai. Perlakuan pertama dilakukan terhadap tanggal 20 April 2017 pukul 09.00-16.00 WIB di perumahan

Prosedur pembuatannya:

1. Disiapkan alat dan bahan yang dapat digunakan
2. Potong kecil-kecil bonggol pisang.
3. Masukkan dalam baskom berisi air garam lalu di rendam sebagian 10 menit
4. Cuci bersih potongan bonggol pisang.
5. Lalu rebus selama 2 jam agar getahnya hilang.
6. Sambil menanti siapkan rempah-rempah dan giling bawang merah, bawang putih, ketumbar dan kemiri sampai lembut.
7. Setelah 2 jam angkat potongan bonggol lalu di parut agar lembut.
8. Setelah lembut campurkan dengan tepung terigu dan tepung sagu dengan perbandingan 2:1 lalu tambahkan bumbu yang telah digiling
9. Buat adonan sampai kalis
10. Adonan dipipihkan di atas selembar daun pisang sampai tipis.
11. Adonan di kukus sampai atang sekitar 10 menit sampai beralih warna
12. Setelah masak adonan dijemur di bawah terik matahari dan di lepaskan dari daun pisang.
13. Dijemur selama 1 minggu terhadap cuaca yang tidak begitu panas.

Perlakuan kedua dilakukan terhadap tanggal 31 April 2017 pukul 09.00-12.00 di perumahan

Prosedur percobaan

1. Setelah adonan kering dan jadi kerupuk lalu di potong kecil-kecil berwujud persegi empat
2. Goring kerupuk tersebut lalu tiriskan.
3. Taburi perasa pedas sampai rata
4. Kemas kerupuk dalam plastik lalu di beri label
5. Kerupuk siap di pasarkan.

BAB VI

BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

Tabel 1.1 Ringkasan Anggaran Biaya

NoJenis PengeluaranBiaya (Rp)1Peralatan PenunjangRp 678,0002Bahan Yang dipakaiRp 105,7003Perjalanan atau akomodasiRp 135,0004lain-lainRp 2,130,000JumlahRp 3,048,700Tabel 1.2 Jadwal Kegiatan

NoJenis KegiatanAprilMeiJuni Persiapan bahan baku (pemilihan,pembelian)2Persiapan sampel3Praktek pembuatan sampel4Persiapan promosi pra produksi5Pelaksanaan kerjasama dengan daerah usaha penitipan kerupuk6Perekrutan tenaga kerja dalam sistem produksi7Produksi kerupuk8Distribusi kerupuk di berbagai tujuan pasarLAMPIRAN-LAMPIRAN

Lampiran 1. Biodata Anggota

1Nama LengkapUma Siyam Syamsiar Sari2Jenis KelaminPerempuan3Program StudiKimia4NimF1C Tempat Dan Tanggal LahirRantau Indah, 05 Januari 19986E- Telepon/HP SDSMPSMANama InstitusiSDN NO.95/X RANTAU INDAHSMPN 30 TANJUNG JABUNG TIMURSMAN 4 TANJUNG JABUNG TIMURJurusan––IPATahun Masuk-Lulus . Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)

NoNama pertemuan ilmiah/seminarJudul artikel ilmiahWaktu dan tempat1––– 1. Penghargaan dalam 10 tahun terakhir

NOJenis penghargaanInstitusi perlindungan penghargaanTahun1–––Semua information yang saya isi dan dicantumkan dalam biodata ini adalah benar dan sanggup dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya bikin dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu kriteria dalam pengajuan pkm kewirausahaan.

Jambi, April Pengusul,

Uma Siyam Syamsiar Sari

1Nama LengkapTia Fenny Gustriana2Jenis KelaminPerempuan3Program StudiKimia4NimF1C Tempat Dan Tanggal LahirSungai Medang,28 Agustus 19986E- Telepon/HP SDSMPSMANama InstitusiSDN 159/III SUNGAI MEDANGSMPN 19 KERINCISMAN 2 KOTASUNGAI PENUHJurusan––IPATahun Masuk-Lulus . Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)

NoNama pertemuan ilmiah/seminarJudul artikel ilmiahWaktu dan tempat1––– 1. Penghargaan dalam 10 tahun terakhir

NOJenis penghargaanInstitusi perlindungan penghargaanTahun1–––Semua information yang saya isi dan dicantumkan dalam biodata ini adalah benar dan sanggup dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya bikin dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu kriteria dalam pengajuan pkm kewirausahaan.

Jambi, April Pengusul,

Tia Fenny Gustriana

1Nama LengkapRoza Indah Wibisono2Jenis KelaminPerempuan3Program StudiKimia4NIMF1C Tempat dan Tanggal LahirJakarta6E- Telepon/Hp SDSMPSMANama IntuisiSdn Dukuh 01 PagiSMPN 257 JakartaSMAN 67 JakartaJurusan––IPATahun Masuk * Pemakalah seminar ilmiah (Oral Presentation)

No.Nama Pertemuan Ilmiah/ seminarJudul artikelWaktu dan tempat1–– * Penghargaan dalam 10 tahun terakhir

No.Jenis PenghargaanInstuisi Pemberi penghargaanTahun1.–––Semua information yang saya isi dan dicantumkan dalam biodata ini adalah benar dan sanggup dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya bikin dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu kriteria dalam pengajuan pkm kewirausahaan.

Jambi, April Pengusul,

Roza Indah Wibisono

Lampiran 2. Justifikasi anggaran kegiatan

MaterialJustifikasi pemakaianKuantitasHarga satuan (Rp)Jumlah (Rp)Kompor gas +gas 3 kgUntuk daerah perebusan1 buah750.000750.000PisauUntuk memotong bonggol pisang2 buah5.00010.000SendokUntuk merapikan adonan3 buah2.9008.700Plastik kemasanUntuk daerah kemasan10 buah1.001.000BaskomUntuk daerah adonan3 buah25.00075.000ulekanUntuk menghancurkan dan menghaluskan bonggol pisang1 buah30.00030.000Subtotal (Rp)874.700MaterialJustifikasi pemakaianKuantitasHarga satuan (Rp)Jumlah (Rp)Bonggol pisang5 Kg––Garam50 Gr1.0001.000Bawang merah3 Biji2.006.00Bawang putih10 Biji2.002.000Tepung terigu250 Gr2.5002.500Ketumbar2 Buah5.001.000Kemiri2 Biji2.505.00Air5 Liter––Minyak250 Liter2.5002.500Daun pisang5 Pelepah––Perasa2 Buah1.0002.000Subtotal (Rp)12.100MaterialJustifikasiKuantitasHarga satuan (Rp)Jumlah (Rp)KekampungUntuk mengambil bonggol pisang1 kali20.00020.000KewarungUntuk belanja alat dan bahan1 kali5.0005.000KewarnetUntuk memprint kemasan1 kali3.001.500Subtotal (Rp)26.500Lain-lain

MaterialJustifikasiKuantitasHarga satuanJumlahLampiran 3. Susunan organisasi tim peneliti dan proporsi tugas

NoNama/NIMProgram studiLokasi waktu(jam/minggu)Uraian Tugas1Umma siyamsamsiar sariKimia7 JamKetua2Tia fenny gustrianaKimia7 JamAnggota3Roza indahKimia7 JamAnggotaPembagian tugas

NoNamaDeskripsi tugasUraian tugas1Umma siamsyamsiarsari· Survey keperluan pasar· Memasarkan produk

· Menyiapkan produk serta quality control

Ketua pelaksana2Tia fenny gustriana· Membuat Contoh Proposal PKM Kewirausahaan pengajuan dengan rincian biaya yang dapat dikeluarkan· Survey empat sekaligus daerah pemasaran

· Memasarkan produk

Anggota pelaksana 1

3Roza indah· Membuat desain Dlonosi usaha· Menyediakan alat

· Analisa Usaha

Anggota pelaksana 2KEMENTERIAN RISET,TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI

UNIVERSITAS JAMBI

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

Jalan Raya Jambi-Muara Bulian Km 15 Mendalo Darat Kode Pos Telp.(0741) Fax (0741) SURAT PERNYATAAN KETUA PELAKSANA

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Uma Siyamsamsyar sari

NIM : F1C Program Studi : Kimia

Fakultas : Sains Dan Teknologi

Dengan ini tunjukkan bahwa usulan Contoh Proposal PKM Kewirausahaan Bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M) saya dengan judul : ”(KEBONSANAK) Keripik Bonggol Pisang Anak Kreatif Sebagai Inovasi Baru Membuka Pluang Usaha Dimasyarakat Kota Jambi “, yang diusulkan untuk tahun anggaran 2017 berwujud orisional dan belum dulu dibiayai oleh instansi atau sumber dana lain.

Bilamana dikemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pengakuan Contoh Proposal PKM Kewirausahaan  ini, maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketetapan yang berlaku dan mengembalikan semua biaya penelitian yang telah diterima ke kas Negara

Demikian pengakuan ini dibikin dengan sebenarnya dan dengan sebenar-benarnya.

Mengetahui Jambi, Mei Wakil dekan bidang kemahasiswaan Menyatakan,

dan alumni